0019.HUKUM BERJABAT TANGAN DENGAN NON MAHROM

0019.HUKUM BERJABAT TANGAN DENGAN NON MAHROM
Tanya:

Sri Pencari Ridho Illahi


assalamu alaikum,,ijin bertanya kembali para sesepuh/ust/h,kiay....
Benarkah berjabat tangan dgn n0n mahrom sekalipun pakai sarung tangan tetap haram??sukron katsiron

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · 9 jam yang lalu melalui seluler

Jawab:

Ja'far Jufree

Wanita yang bukan mahram ada dua macam. Perempuan tua dan perempuan muda. Kedunya memiliki konsekuensi hukum yang berbeda dalam berjabatan tangan......

HUKUM JABAT TANGAN DENGAN WANITA TUA BUKAN MAHRAM

1,Bersalaman dengan wanita tua renta hukumnya boleh dengan syarat perempuan itu sudah tidak menarik dan tidak tertarik lawan jenis
2, kedua belah pihak terbebas syahwat (Hawa).

Berjabat tangan dengan anak (gadis) kecil hukumnya sama dengan perempuan tua.

Shohabat Abu Bakar biasa bersalaman dengan perempuan tua.......

Bersalaman dengan perempuan non-mahram yang masih muda haram secara mutlak dan disepakati oleh madzhab yang empat (Syafi'i, Maliki, Hanafi, Hanbali)..........

Disini pendapat para ulama 4 (empat) madzhab atau madzahib al-arba'ah seputar hukum berjatan tangan atau salaman antara laki-laki dan wanita bukan mahram (muhrim)

1. Madzhab Hanafi berdasarkan pendapat Ibnu Najim yang mengatakan bahwa tidak boleh menyentuh wajah dan telapak tangan perempuan walaupun aman dari syahwat karena adanya keharaman dan tidak adanya darurat (keperluan mendesak) (Al Bahr Ar-Raiq VIII/219).

قال ابن نجيم :
ولا يجوز له أن يمس وجهها ولا كفها وإن أمن الشهوة لوجود المحرم ولانعدام الضرورة .
" البحر الرائق " ( 8 / 219 )
2. Madzhab Maliki. Muhammad bin Ahmad berkata tidak boleh menyentuh wajah dan telapak tangan peremuan bukan mahram tanpa (kain) penghalang (Minah al-Jalil ala Syarh Mukhtasar Khalil I/223).

قال محمد بن أحمد ( عليش ) :
ولا يجوز للأجنبي لمس وجه الأجنبية ولا كفيها ، فلا يجوز لهما وضع كفه على كفها بلا حائل ، قالت عائشة رضي الله تعالى عنها " ما بايع النبي صلى الله عليه وسلم امرأة بصفحة اليد قط إنما كانت مبايعته صلى الله عليه وسلم النساء بالكلام " ، وفي رواية " ما مست يده يد امرأة وإنما كان يبايعهن بالكلام " .

3. Madzhab Syafi'i. Menurut Imam Nawawi hukumnya haram berjabat tangan dengan wanita bukan mahram (Al-Majmuk IV/515). Imam Waliuddin Al-Iraqi mengatakan bahwa Nabi tidak pernah menyentuh perempuan yang selain istri-istrinya baik saat membaiat atau situasi lain. Apabila Nabi yang sudah terpelihara dari berbagai macam keraguan tidak melakukannya, maka yang lain semestinya lebih dari itu (tidak melakukan jabat tangan) (Tarhut Tatsrib VII/45-46).

وقال ولي الدين العراقي :
وفيه : أنه عليه الصلاة والسلام لم تمس يده قط يد امرأة غير زوجاته وما ملكت يمينه ، لا في مبايعة ، ولا في غيرها ، وإذا لم يفعل هو ذلك مع عصمته وانتفاء الريبة في حقه : فغيره أولى بذلك ، والظاهر أنه كان يمتنع من ذلك لتحريمه عليه ؛ فإنه لم يُعدَّ جوازه من خصائصه ، وقد قال الفقهاء من أصحابنا وغيرهم : إنه يحرم مس الأجنبية ولو في غير عورتها كالوجه ، وإن اختلفوا في جواز النظر حيث لا شهوة ولا خوف فتنة، فتحريم المس آكد من تحريم النظر ، ومحل التحريم ما إذا لم تدع لذلك ضرورة فإن كان ضرورة كتطبيب وفصد وحجامة وقلع ضرس وكحل عين ونحوها مما لا يوجد امرأة تفعله جاز للرجل الأجنبي فعله للضرورة .

4. Mdzhab Hanbali. Hukumnya haram berjabat tangan (Al-Adab Asy-Syar'iyyah II/257).

وقال ابن مفلح :
وسئل أبو عبد الله – أي الإمام أحمد – عن الرجل يصافح المرأة قال : لا وشدد فيه جداً ، قلت : فيصافحها بثوبه ؟ قال : لا ...
والتحريم اختيار الشيخ تقي الدين ، وعلل بأن الملامسة أبلغ من النظر )

Hasanul Zain

Pertanyaan di Atas Fokus pada 'Ibaroh yang Ini :

ﻗﺎﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ) ﻋﻠﻴﺶ : (
ﻭﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻸﺟﻨﺒﻲ ﻟﻤﺲ ﻭﺟﻪ ﺍﻷﺟﻨﺒﻴﺔ ﻭﻻ ﻛﻔﻴﻬﺎ ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻬﻤﺎ ﻭﺿﻊ ﻛﻔﻪ ﻋﻠﻰ ﻛﻔﻬﺎ ﺑﻼ ﺣﺎﺋﻞ

Dengan demikian menurut Mafhum saya Berjabat Tangan dengan menggunakan Hail maka hukumnya Jawaz yang tentunya tidak disertai Sahwat/timbul Fitnah.

========WALLAHU 'ALAM====

0018.HUKUM BERWUDHU JIKA AIR KURANG DARI 2 QULAH DI KOBOK DENGAN KEDUA TANGAN

0018.HUKUM BERWUDHU JIKA AIR KURANG DARI 2 QULAH DI KOBOK DENGAN KEDUA TANGAN
Tanya:

Alfaqir Gomed

Assalaamu'alaykum,,,,,,,apakah
boleh berwudhlu dg air kurang dari dua kulah dg cara dikobok atau disawuk dg tangan?
monggo


Jawab :

AghitsNy Robby
wa'alaikum salam warohmatullah..
masalah ini terdapat di "wajibkah niat menciduk bagi orang yg berwudlu setelah membasuh wajah sebelum memasukan tangannya pd wadah untuk dibasuh diluar wadah?"

HUKUMNYA KHILAF:
-jumhur= wajib
-imam as-syasi, ibn abdis salam, albagowy, syekh abdullah bin umar bamakhromah dan imam al-gozaly= TIDAK WAJIB

solusi:
"falaa yusyaddidul 'aalimu 'alal 'aamiy fii dzalika bal yuftiihi bi'adami wujuubiha".
(attaqrirot sadidah:60)

Hasanul Zain

Mafhum dari 'Ibaroh diatas ialah ketika tangan dimasukkan kedalam air Setelah basuhan pertama tanpa adanya niat Ightirof/Nyiwuk maka air tersebut menjadi Musta'mal tapi bila Diniati Ightirof maka tidak Terjadi Musta'mal.

Ini 'Ibaroh yang dari Fathul Mu'in Hal 4.

لو أدخل المتوضئ يده بقصد الغسل عن الحدث ألا بقصد بعد نية الجنب أو تثليث وجه المحدث او بعد الغسلة الأولى ان قصد الاقتصار عليها بلا نية اغتراف ولا قصد أخد الماء لغرض آخر صار المستعملا.
Wallohu A'lamu Bis-syowab.

0017.HUKUM MENIKAH LAGI DIKARENAKAN ISTRI MANDUL

0017.HUKUM MENIKAH LAGI DIKARENAKAN ISTRI MANDUL
Tanya:

Arif Amirulloh

assalamu'alaikum,,,
absen sekalian izin nanya??
 
istri mandul,,,dri pihak keluarga mendesak untuk nikah lgi...
& sang istri tidak mw diceraikan juga tidak mw di madu,,,
tpi dri keluarga 2 belah pihak ingin kn sang suami nikah / poligami...
monggo di bhas??? maaf bahasa nya awut''an?????????

Jawab:

Aboe Khidir 

Ihya' Ulumiddin Juz 2 Hal 30

ومن الطباع ما تغلب عليها الشهوة بحيث لا تحصنه المرأة الواحدة فيستحب لصاحبها الزيادة على الواحدة إلى الأربع

فإن يسر الله له مودة ورحمة واطمأن قلبه بهن

وإلا فيستحب له الاستبدال

فقد نكح علي رضي الله عنه بعد وفاة فاطمة عليها السلام بسبع ليال

ويقال إن الحسن بن علي كان منكاحا حتى نكح زيادة على مائتي امرأة وكان ربما عقد على أربع في وقت واحد وربما طلق أربعا في وقت واحد واستبدل بهن
وقد قال صلى الله عليه و سلم للحسن أشبهت خلقي وخلقي

Dan diantara tabia'at laki-laki ada yang syahwatnya sangat kuat, sekira satu isteri belum cukup baginya, maka bagi laki-laki yang demikian disunahkan untuk menambah isteri lagi sampai batas maksimal yaitu empat isteri.

Maka kalau Alloh SWT mempermudahnya dalam jalinan kasih sayang dengan mereka (para isteri) dan hatinya sudah merasa tenang, maka itu merupakan anugerah.

Tapi kalau masih belum ada ikatan Mawaddah dan Rohmah, serta hatinya belum tenang, maka bagi laki-laki tersebut di sunahkan untuk berganti isteri yang lain.

Diceritakan, Sayyidina Ali Karromallohu Wajha-hu kawin lagi setelah tujuh hari dari meninggalnya mendiang isterinya Sayyidatina Fathimah Az Zahro'.

Juga Diceritakan, bahwa Sayyidina Hasan ibn Ali adalah seseorang yang sering menikah, sehingga kalau dihitung jumlah keseluruhan isterinya mencapai 100 lebih, malah kadang2 beliau mengakad 4 isteri sekaligus dalam satu majlis, dan terkadang beliau juga menceraikan keempat isternya dalam satu waktu dan langsung mencari ganti mereka. hal ini tidak mengherankan karena beliau adalah keturuna Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam dan juga diberikan ketampanan yang mirip dengan sang kakek.
 =======================WALLAHU 'ALAM=====

0016.ILMU LADUNI

0016.ILMU LADUNI
Santri

Assalamualaikum wr wb

Apa itu ilmu Laduni ? Bagaimana cara mendapatkannya ?
Syukron wassalam 

JAWABAN

Irfan Bashori

Waalaikum salam...
Katanya ilmu ladunni itu ada kang... Tapi sedikit.
"wafi ladunni ladunni Qolla" kata ibnu malik.
Ilmu ladunni ada yg langsung dari allah, dalam arti tanpa amalan apapun. Sesuai dgn namanya ladunni= sangking ngersane ingsun(allah)
Dan ada yg dgn amalan brpuasa senin khamis dan wiridan ya badi'. dgn bilangan dan ijazah trtentu..
Sehingga menjadikan jiwanya brsih, dan hafal sitiap perkara yg dia dgar...
Wallahu a'lam bisshawab..


Aboe Khidir

Laduni adalah ilmu yang berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Para malaikat-Nya pun berkata: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami." (Al-Baqarah: 32)

Ilmu laduni dalam pengertian umum ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ilmu yang didapat tanpa melalui tahapan belajar (wahbiy). Kedua, ilmu yang didapat melalui usaha belajar (kasbiy).

Ilmu wahbiy yaitu ilmu yang didapat tanpa melalui tahapan belajar. Ilmu ini terbagi menjadi dua macam:

Ilmu syar'iat yaitu ilmu tentang perintah dan larangan Allah yang harus disampaikan kepada para Nabi dan Rasul melalui jalan wahyu (wahyu tasyri'), baik yang langsung dari Allah maupun yang menggunakan perantaraan malaikat Jibril. Jadi semua wahyu yang diterima oleh para nabi semenjak Nabi Adam alaihissalam hingga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah ilmu laduni termasuk yang diterima oleh Nabi Musa dari Nabi Khidir. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang Khidhir: "Yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (Al-Kahfi: 65)

Di dalam hadits Imam Al Bukhari, Nabi Khidir alaihissalam berkata kepada Nabi Musa alaihissalam: "Sesungguhnya aku berada di atas sebuah ilmu dari ilmu Allah yang telah Dia ajarkan kepadaku yang engkau tidak mengetahuinya. Dan engkau (juga) berada di atas ilmu dari ilmu Allah yang Dia ajarkan kepadamu yang aku tidak mengetahuinya juga."

Ilmu syari'at ini sifatnya kebenarannya mutlak, wajib dipelajari dan diamalkan oleh setiap mukallaf (baligh dan mukallaf) sampai datang ajal kematiannya.

Ilmu Ma'rifat (hakikat) yaitu ilmu tentang sesuatu yang ghaib melalui jalan kasyf (wahyu ilham / terbukanya tabir ghaib) atau ru'ya (mimpi) yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin dan shalih.

Ilmu kasyf inilah yang dimaksud dan dikenal dengan julukan "ilmu laduni" di kalangan ahli tasawuf. Sifat ilmu ini tidak boleh diyakini atau diamalkan manakala menyalahi ilmu syari'at yang sudah termaktub di dalam mushaf Al-Qur'an maupun kitab-kitab hadits. Menyalahi di sini bisa berbentuk menentang, menambah atau mengurangi.

Ilmu kasbiy Adapun bagian kedua yaitu ilmu Allah yang diberikan kepada semua makhluk-Nya melalui jalan kasb (usaha) seperti dari hasil membaca, menulis, mendengar, meneliti, berfikir dan lain sebagainya.

Ilmu yang paling utama
Dari ketiga ilmu ini (syari'at, ma'rifat dan kasb) yang paling utama adalah ilmu yang bersumber dari wahyu yaitu ilmu syari'at, karena ia adalah guru. Ilmu kasyf dan ilmu kasb tidak dianggap apabila menyalahi syari'at.

*) silakan mengoreksi dan melengkapi tulisan ini.

مثل هذه القصة، أن الإمام الغزالي أصبح إمام مسجد. ولكن شقيقه أحمد لم تكن تريد الجماعة لها. وقال الإمام الغزالي والدتها: يا أمي، أخبر أخي أحمد الذي أعقب الصلاة، لذلك الناس لا يتهمني أحد القبيح يجري دائما حول هذا الموضوع. السيدة الغزالي ثم أمر ابنه أحمد أن جماعة جمعة الصلاة ...
دا الاخ الغزالي. تنفيذ أوامر الأم، والصلاة إلى الغزالي. ولكن في خضم الصلاة، الإمام أحمد المعدة على مرأى من الدم رطبة. بطبيعة الحال، كسر أحمد بعيدا. وقال الإمام بعد الصلاة أحمد الغزالي لأخته: لماذا الانفصال في صلاتي الكهنوتية؟ أجاب شقيقه: I فصل نفسي، لأنني رأيت الدم على معدتك. اعترف الإمام علي الغزالي سماع أجوبة لأخيه، قد يكون له عندما كان يفكر صلاته القضايا المتعلقة الفقه الحيض امرأة. الغزالي ثم أطلب منكم: أين تعلمت العلم من هذا القبيل؟ تعلمت شقيقه أجاب، مثل هذه العلوم الشيخ هو الصنادل خياط السابق. الغزالي ثم انتقل اليه. وقال ان الشيخ : أريد أن أتعلم لإتقان. قال الشيخ: ربما كنت لا تطيع أوامري قوية. وقال الغزالي: إن شاء الله، أنا قوي. قال شيخ : التطهير (عشرة) هذه الكلمة. كان الغزالي عن السلوك مع مكنسة. لكنه قال الشيخ: اكتساح (تنظيف) مع يديك. الغزالي اجتاحت الأرض ويديه، ثم رأى الكثير من التراب والأوساخ التي تعتزم تجنبه. لكنه قال الشيخ: غسل اليدين بشكل جيد مع التراب. ثم أعد الغزالي مع الملابس . رؤية مثل هذه الظروف وقال الشيخ: مسح إضافة إلى أنه مع فستان من هذا القبيل. الشيخ الغزالي طاعة بقلوب صادقة والمتعة. ولكن كما الشيخ الغزالي سيبدأ تنفيذ الأوامر، وأمر على الفور توقف والعودة الى الوطن. حصلت الغزالي الداخل وعند الوصول إلى المنزل ورأى انه لا يصدق المعرفة. واعطاه الله العلم أو العلم له. اختار كتاب هداية الإلهية تحقيق الأشياء الهداية، 177، 178. عمل الإمام الغزالي

Tersebut dalam suatu kisah, bahwa Imam Al Ghazali menjadi imam disebuah masjid. Tetapi saudaranya yang bernama Ahmad tidak mau makmum kepadanya. Imam Al Ghazali lalu berkata kepadanya ibunya : Wahai ibu, perintahkan saudaraku Ahmad agar shalat mengikutiku, supaya orang-orang tidak menuduhku selalu bersikap jelek terhadapnya. Ibu Al Ghazali lalu memerintahkan puteranya Ahmad agar shalat makmum kepada saudaranya Al Ghazali.

Ahmad pun melaksanakan perintah sang ibu, shalat bermakmum kepada Al Ghazali. Namun ditengah-tengah shalat, Ahmad melihat darah membasah perut Imam. Tentu saja Ahmad memisahkan diri. Seusai shalat Imam Al Ghazali bertanya kepada Ahmad, saudaranya itu : Mengapa engkau memisahkan diri (muffaragah) dalam shalat yang saya imami ? Saudaranya menjawab : Aku memisahkan diri, karena aku melihat perutmu berlumuran darah. Mendengar jawaban saudaranya itu, Imam Ali Ghazali mengakui, hal itu mungkin karena dia ketika shalat hatinya sedang mengangan-angan masalah fiqih yang berhubungan haid seorang wanita yang mutahayyirah. Al Ghazali lalu bertanya kepada saudara : Dari manakah engkau belajar ilmu pengetahuan seperti itu ? Saudaranya menjawab, aku belajar Ilmu Kasyaf seperti itu kepada Syekh Al Utaqy yaitu seorang tukang jahit sandal-sandal bekas.

Al Ghazali lalu pergi kepadanya. Dia berkata kepada Syekh Al khurazy : Saya ingin belajar kepada tuan. Syekh itu berkata : Mungkin saja engkau tidak kuat menuruti perintah-perintahku. Al Ghazali menjawab : Insya Allah, saya kuat. Syekh Al Khurazy berkata : Bersihkanlah (sepuluh) lantai ini. Al Ghazali laku hendak dengan sapu. Tetapi Syekh itu berkata : Sapulah (bersihkanlah) dengan tanganmu. Al Ghazali menyapunya lantai dengan tangannya, kemudian dia melihat kotoran yang banyak dan bermaksud menghindari kotoran itu. Namun Syekh berkata : bersihkan pula kotoran itu dengan tanganmu. Al Ghazali lalu bersiap membesihkan dengan menyisingkan pakaiannya. Melihat keadaan yang demikian itu Syekh berkata : Nah bersìhkan kotoran itu dengan pakaian seperti itu. Al Ghazali menuruti perintah Syekh tersebut dengan hati yang ridha dan ikhlas. Tetapi begitu Al Ghazali akan memulai melaksanakan perintah Syekh, beliau langsung mencegahnya dan memerintahkan agar pulang. Al Ghazali pulang dan setibanya dirumah beliau merasakan mendapat ilmu pengetahuan luar biasa. Dan Allah telah memberikan Ilmu Laduni atau ilmu Kasyaf kepadanya. Dipetik pada Kitab Tuntunan Mencapai Hidayah Ilahi hal, 177, 178. Karya Imam Al Ghazali

Referensi

1. Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalaniy (I/141, 167).
2. Fiqhut Tasawwuf, Ibnu Taimiah (218).
3. Mawaqif Ahlusunnah, Utsman Ali Hasan (60, 76).
4. Al-Fathur Rabbaniy, Abdul Qadir Al-Jailani (hal. 159, 143, 232).
5. Al-Fatawa Al-Haditsiyah, Al-Haitamiy (hal. 128, 285, 311).
6. At-Tasawwuf, Muhammad Fihr Shaqfah (hal. 26, 125, 186, 227). 7. Al-Hawi, Suyuthiy (2/197).

LINK DISKUSI
https://www.facebook.com/groups/forsil.jabodetabek/permalink/227552697383128/

0015.CARA MEMBAYAR HUTANG JIKA YANG MENGHUTANGI TELAH WAFAT

0015.CARA MEMBAYAR HUTANG JIKA YANG MENGHUTANGI TELAH WAFAT
Tanya:

Lailatul Farikhah

‎Asalamualaikum
mau tnya, kalo kita berHutang, kemUdian , orang yang mengHutangi kita, telah wafat,, bagaimana cara membayrn'y,,, sukron. wasaLam

Jawab :

Japara Bin Abu Bakar

tetap wajib di bayar....
karan dia kan mnninggalakn ahli waris..
=maka bayarlah kpada ahli warisnya...
n minta maaflah serta trima ksih dan minta senang iklash ridhonya kpada ahli waris

Tanya:

Lailatul Farikhah

persOaLn'y begini mz Japara Bin Abu Bakar... kita tidak bisa menemUkan aHLi waris, terUs gimana dunk..


Jawab :
AghitsNy Robby

salalimul fudola syekh nawawy albantany hal.16 "fain maatal mustahiqqu sallamahu ilal waritsi fain lam yakun....tasoddaqo ilal ahwaji fal ahwaji"

-jk telah meninggal si mustahiq diserahkan ke ahli waritsny
-jk tak ada maka kpd hakim yg trpercaya
-jk tak ada maka kpd orang alim yg patuh pd agama
-jk tak ada maka kpd kemaslahatan umum dgn niat mengganti jk ada ahli waritsnya
-jk tak mampu melakukannya maka kpd yg membutuhkan


====Wallahu 'alam====

0014.HUKUM SHALAT JUM'AT JIKA TIDAK MENDENGAR KHUTBAH

0014.HUKUM SHALAT JUM'AT JIKA TIDAK MENDENGAR KHUTBAH
Tanya:

Teguh Gatzu

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ .

Mau tanya...

Apa hukum sholat jumat tpi nga dengar khutbah nyaa???
Jawab :

Cecep Furqon

Ikut nyumbang ustadz berkaitan dengan mereka yang jum'ah namun tak mendengar khutbah

hukum pokok jum'at tetap sah,,namun ada perkara yang harus diperahatikan baginya

من لم يسمع الخطبة
قال الشافعي : رحمه الله تعالى ومن لم يسمع الخطبة أحببت له من الانصات ما أحببته للمستمع.

1. dianjurkan untuk diam
قال الشافعي : وإذا كان لا يسمع من الخطبة شيئا فلا أكره أن يقرأ في نفسه ويذكر الله تبارك اسمه ولا يكلم الآدميين .

2. jika berdzikir tidak makruh,,,,berarti masuk ibadah dapet pahla.
قال الشافعي : أخبرنا إبراهيم عن هشام عن الحسن أنه كان لا يرى بأسا أن يذكر الله في نفسه بتكبير وتهليل وتسبيح .

3. idem

قال الشافعي : أخبرنا إبراهيم قال لا أعلمه إلا أن منصور بن المعتمر أخبرني أنه سأل إبراهيم أيقرأ والإمام يخطب يوم الجمعة وهو لا يسمع الخطبة فقال عسى أن لا يضره.

4.idem

قال الشافعي : ولو فعل هذا من سمع خطبة الإمام لم تكن عليه إعادة ولو أنصت للاستماع كان حسنا.

5. yang bagus diam dan denger khutbah aja...

===

Sastra Jingga

ويسن انصات اي سكوت مع اصغاء لخطبة ويكره الكلام ولا يحرم
Disunnahkan inshot, yaitu tak berbicara disertai memperhatikan pada khutbah (khotib), makruh berbicara tapi tidak diharamkan.


===Wallahu 'alam====

0013.Untaian mutiara hikmah

0013.Untaian mutiara hikmah
Aboe Khidir

Untuk Semua Sahabatku & orang yg kusayangi...

- Diriwayatkan ibnu Mubarok dalam kitab "az-Zuhd" : Bahwa apabila penghuni syurga telah masuk kedalam syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu didunia. Mereka lalu bertanya tentang sahabat-sahabat mereka kepada Allah.... :
 "Yaa Rabb, kami tidak melihat saudara-saudara kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami..." "Maka Allah berfirman: "pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah"
 Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat".
-----------------------------------------------------------------------------------------------  - Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat-sahabatnya sambil menangis: "Jika kalian tidak menemukan aku nanti di syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku: " Wahai Rabb kami, hambamu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga.."

- Al Allamah Al Musnid Al 'Arifbillah Al Habib Umar bin Al Hafidz berkata:
  "Tidaklah dua orang yang berkawan bertemu dan bersahabat walau hanya 1 jam, maka nanti di akhirat Allaah akan mengintrogasi mereka dengan bertanya, bagaimana persahabatannya,, apa selama dia bersahabat saling menjalankan hak hak Allah dengan persahabatan tersebut atau malah meninggalkan hak Allah..

*Bersahabat lah dengan orang" yang menjadikan kita mengingat Allah, jika bersahabat dengan orang" yang berakhlaq buruk maka akan sama seperti yang di sebutkan oleh seorang penyair dalam syair nya ~Orang yang berkudis takkan menjadi sehat kembali akibat bergaul dengan orang yang sehat,namun orang yang sehat gampang tertular penyakit akibat bergaul dengan orang yang berkudis~
Ya Alloh, aku memohon kepadamu, karuniakanlah kepadaku : Sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk taat kepadaMU.
----------------------------------------------------------------------------------------------

- Ibnu Athaillah Assukandary dalam Syarah Hikam menyebutkan bahwa dalam diri manusia terdapat bagian yang namanya al-qalbu (hati). Hati ini bisa membuat manusia sejahtera dan bisa pula membuat manusia sakit. Selanjutnya, dia mengatakan bahwa hati ini pula yang membuat tumbuhnya iman, tempat berseminya makrifat kepada Allah SWT, dan berkembangnya rasa keikhlasan.

Berkembangnya rasa keikhlasan manusia sangat dipengaruhi oleh gersang tidaknya hati manusia. Kegersangan hati manusia hanya bisa terobati oleh kedekatan dirinya pada Allah SWT. Bagaimana untuk bisa terus mendekatkan diri kepada Allah SWT? Hanya ada satu cara, yaitu ber-uzlah. Menurut Ibnu Athaillah, yang dimaksud dengan uzlah adalah menghadapkan hati secara terarah khusus kepada Allah SWT. Dengan demikian, menurut dia, hati akan terbebaskan dari masuknya gambaran-gambaran lain selain Allah SWT. Menurut Syekh Zarruq, orang yang ber-uzlah terbagi dalam tiga bagian. Pertama, orang yang ber-uzlah dengan hatinya saja sementara badannya tidak. Kedua, orang yang ber-uzlah badannya saja sementara hatinya tidak. Ketiga, orang yang ber-uzlah baik badan maupun hatinya.
  Orang yang ber-uzlah menurut kriteria pertama adalah orang yang dapat memelihara hatinya dari keadaan sekitar dia. Meski hidup di tengah kemaksiatan, ia tidak terpengaruh oleh keadaan sekitarnya. Orang yang ber-uzlah menurut kriteria kedua adalah orang yang terpengaruh oleh keadaan sekitarnya meskipun ia tinggal menyendiri. Sedangkan orang yang ber-uzlah menurut kriteria ketiga adalah orang yang benar-benar menjauhkan diri dari keadaan sekitarnya baik fisik maupun hatinya.

Uzlah yang terbaik menurut Ibnu Athaillah adalah uzlah-nya Ahlun Nihayah atau manusia yang berada pada tingkat sempurna. Berdasar penjelasannya, orang yang berada pada tingkat ini, ciri-cirinya lebih dekat dengan pelaku uzlah yang masuk kelompok pertama. Orang yang masuk kriteria pertama ini hidupnya diibaratkan seekor ikan yang hidup di laut. Ikan laut tidak akan terasa asin walaupun ia hidup di air laut yang begitu asin. Begitulah hidup orang yang beriman, sangat dekat kepada Allah SWT. Ia tidak terpengaruh oleh keadaan sekitarnya yang penuh kemungkaran. Dia justru terus melawan kemungkaran itu.

Dakwah baginya merupakan kewajiban dalam rangka mencegah kemungkaran dan menegakkan yang makruf (QS Ali Imran: 104, 110). Tentu saja dakwah yang dilakukan adalah dakwah yang sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW. Dakwah yang mengajak manusia untuk beriman kepada Allah SWT dengan cara memberi hikmah, memberi teladan yang baik, dan memperlakukan manusia dengan rasa kemanusiaan (QS An-Nahl: 125). Dengan dakwah seperti itu, manusia yang mendapatkan dakwahnya dapat melakukan uzlah untuk mencapai tingkat kesempurnaan (uzlah ahlun nihayah). Mudah-mudahan, dengan ber-uzlah kita semua bisa mencapai derajat takwa yang juga sempurna.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
- Berikan musuhmu seribu kesempatan untuk menjadi temanmu tapi,,,,,,,,,
Janganlah beri satu kesempatanPun temanmu untuk menjadi musuhmu
(Imam Ali bin Abutholib)


-Baginda Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam Bersabda“
Barangsiapa menyeru (mengajak) kepada petunjuk, baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tidak berkurang pahala mereka sedikitpun.(HR Muslim)

- 6 PERKARA YANG DAPAT MERUSAK AMAL-AMAL BAIK
 1. Al istighlal bi’uyubil kholqi (sibuk dengan aib orang lain) sehingga lupa pada aib sendiri. Semut diseberang kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

2. Qaswatul qulub (hati yang keras)
Kerasnya hati terkadang lebih keras dari batu karang.Sulit menerima nasehat.

3. Hubbun dunya (cinta mati terhadap dunia)
Merasa hidupnya hanya di dunia saja maka segala aktifitasnya tertuju pada kenikmatan dunia sehingga lupa akan hari esok di akhirat.

4. Qillatul haya’(sedikit rasa malunya)
Jika seseorang telah kehilangan rasa malu maka akan melakukan apa saja tanpa takut dosa.

5. Thulul amal (panjang angan-angan)
Merasa hidupnya masih lama di dunia ini sehingga enggan untuk taubat.

6. Dhulmun la yantahi (kezhaliman yang tak pernah berhenti)
Perbuatan maksiat itu biasanya membuat kecanduan bagi pelakunya jika tidak segera taubat dan berhenti maka sulit untuk meninggalkan
kemaksiatan tsb.

Semoga kita semua dijauhkan dari 6 perkara ini sehingga
tetap istiqomah dalam ketaqwaan..
--------------------------------------------------------------------------------------------------

• MARI JADI ORANG BAIK
•JAGA IMAN
•JAGA SHOLAT
•JAGA AKHLAQ
•TUTUPLAH AURAT

- Syair ABU NAWAS
Sebuah pengakuan(al itirof)
~Tuhanku...aq tdk layak memasuki syurga firdausmu,dan akupun tdk mampu menahan siksa api nerakamu.
~Terimalah taubatku dan ampunilah dosa2ku,sesungg uhnya engkaulah pengampun dosa2 besar.
~Dosa2ku amatlah bnyak bgai butiran pasir,terimalah taubatku wahai yang Maha Agung.
~Umurku brkurang stiap hari sedang dosa2ku trus brtambh,bagaima na aq sanggup menanggungnya.
~Tuhanku...hamb amu yg durhaka ini dtang brsimpuh menghadapmu,men gakui dosa2 dan menyeru memohon kepada-MU.
~Bila engkau mengampuni engkaulah sang pemilik ampunan,bila engkau cmpakkan aku kepada siapa aku mesti brharap selain dari-MU.
------------------------------------------------------------------------------------------------- Ya Alloh, kekalkanlah persahabatan kami sampai kami bertemu dengan-MU yaa RABB... Amin Ya alloh Ya robbal alamin
SAHABATKU, MUDAH-MUDAHAN DENGAN INI, SAYA TELAH MENGINGATKANMU TENTANG ALLOH..
Maaf Atas Segala Khilaf Yang Pernah Saya Buat Ya Sahabat.. Semoga Maaf Kalian akan Memberikan Setitik Iba AGAR Kelak SAYA DAPAT BERSAMAMU KELAK DI SURGA

0012. BUAH KHULDI

0012. BUAH KHULDI
Salim BinRifa'i BinSyarbini

assalamu'alaikum.mau nanya nih.apa itu buah khuldi?
mohon jawabanya beserta ibarohnya

JAWABAN

AghitsNy Robby
 
wa'alaikumus salam warohmatullah

 روي ان ابا بكر الصديق رضي الله عنه سال رسول الله صلي الله عليه و سلم عن الشجرة فقال هي الشجرة المباركة السنبلة و عن مجاهد و قتادة هي التين و عن يزيد بن عبد الله هي الاترج و عن ابن عباس هي شجرة العلم عليها من كل لون و فن

مراح لبيد ص ١٠ دار الكتب الاسلامي


BUAH KHULDI:
- abu bakar siddiq = padi
- mujahid & qotadah = tin
- yazid bin abdullah = limau
- ibnu abbas = ilmu
(tafsir munir hal.10)

smoga manfaat

http://www.facebook.com/groups/forsil.jabodetabek/permalink/243647739106957/

0011.Ilmu HIKMAH

0011.Ilmu HIKMAH
Oleh Aboe Khidir 
1. Alhikmatul manthuqu biha hiyya ulumussyari'ati wathoriqoh
(Ilmu hikmah yang boleh dibicarakan adalah ilmu-ilmu syari'at dan ilmu-ilmu thoriqoh)

2. Alhikmatul maskuutu anha hiya asrorul haqiqoti allati la yathlu'u alaiha alama'urrusumi wal awamu ala ma yanbagi fayadduruhum aw yuhlikuhum
(Alhikmah yang tidak boleh dibicarakan adalah rahasia-rahasia haqiqi, yang ulama bidang tulisan (hanya mengenal tulisan ala harfi) dan awam, itu tidak dapat mentela'ah nya atas cara semesti nya maka menjadi sebab bahaya bagi mereka atau merusak nya)

3. Alhikmatu fillughoti_ Al Ilmu ma'al amali
(Al-hikmah menurut pengertian bahasa, adalah ilmu yang disertai pengamalan)

4. Kullu kalami wafaqol haqqo fahuwa hikmah
(Setiap pembicaraan yg mencocoki pada sesuatu yg haq (benar) itulah HIKMAH nama nya)

5. Alhikmatu yustafadu minha ma huwal haqqu fi nafsil amri bihasabi thoqotil insan
(Alhikmah ialah haqiqi sesuatu yg diambil faidah dari dzatnya, didalam suatu masalah yg baik, sesuai qadar kemampuan manusia)

6. Alhikmatu hiyal kalamul ma'qulul mashunu anil hasywi
(Alhikmah adalah pembicaraan yg diperhitungkan dan dijaga dari kejahatan atau kesesatan)

7. Alhikmatu hiya al-ilmuttaamu washon'ul mutqoni
(Alhikmah adalah ilmu yg sempurna dan pekerjaan yg dikokohkan atau di tetapkan)

8. Alhikmatu hiya al-ilmunnafi'ul mu'addi ilal amali
(Alhikmah adalah ilmu manfaat yg bisa menyampaikan pada pengamalan)

9. Alhikmatu hiyal ma'rifatu bi ahkamil qur'an
(Alhikmah adalah mengetahui hukum2 didalam al-qur'an)

10. Alhikmatu hiyal fahmul fil qur'an
(Alhikmah adalah faham didalam alqur'an)

11. Alhikmatu hiyal ashobatu filqouli wal fi'li
(Alhikmah adalah ketetapan didalam pembicaraan dan pekerjaan)

12. Alhikmatu hiyal fiqhu fiddini muthlaqon
(Alhikmah adalah faham didalam keagamaan secara keluhuran)

13. Alhikmatu hiyal ma'rifatu wal amanah
(Alhikmah adalah ma'rifat dan amanah)

14. Alhikmatu nurun fil qolbi yudroku bihil asyaa'u kama yudroku bil bashori
(Alhikmah adalah cahaya didalam hati yg segala sesuatu dapat ditemukan oleh nya, dan sebagaimana ditemukan pula oleh mata lahir)

15. Alhikmatu hiya taufiqol amali bil ilmi fakullu man uuti taufiqol amali
Bil ilmi faqod utiya hikmatan waman ta'allama syai'an wala ya'lamu masholihahu wamafa sidahu la yusamma hakiman
(Alhikmah adalah mengadaptasikan amal dengan ilmu nya maka setiap org dianugerahi dengan keadaptasian amal dalam ilmu nya, maka ia benar2 di anugerahi hikmah dan barang siapa belajar dalam keadaan tidak mengerti maslahat (kebaikan) dan mafsadat nya (kerusakan nya) maka ia tidak dinamakan hakim (pakar hikmah)

16. Alhikmatu hiya istikmalunnafsil insaniyyati biqtibaasil ulumnnadzoriyyati waktisabil malakatittammati alal af'alil fadilati ala qodri thoqotiha
(Alhikmah adalah berusaha menyempurnakan jiwa kemanusiaan dengan cara menggali ilmu-ilmu penelitian, dan berusaha memperoleh karakter yg sempurna didalam semua pekerjaan mulia, sesuai qadar kemampuan nya (manusia)

17. Alhilkmatu hiya khosyatullohi fa inna khosyatallohi ro'su hikmatin
(Alhikmah adalah takut kpd ALLOH Subhanahu Wa Ta'ala karena sesungguhnya rasa takut kepada ALLOH Subhanahu Wa Ta'ala adalah pokok setiap hikmah)

18. Alhikmatu hiyal ilmu walfiqhu walqur'an
(Alhikmah adalah ilmu,faham, dan mengerti haqiqi alqur'an)

19. Alhikmatu hiyassunnah
(Alhikmah adalah sunnah (langkah)

20. Alhikmatu hiyal fahmu wal ilmu wata'bir
(Alhikmah adalah faham,mengerti, dan mampu memberi ibarat)

21. Waqod fassarobnu abbaasin rodliyallohu anhuma ALHIKMATU FILQUR'ANI BITA'ALLUMIL HALALI WALHAROMI
(Shohabat ibnu abbas RA benar2 mentafsirkan kata alhikmah didalam alqur'an, adalah berusaha mengerti tentang HALAL dan HARAM

(Di ambil dari berbagai kitab hikmah
__________________________________________

Kata hikmah didalam Alqur'an bbrp kali disebut diantara nya...

Albaqoroh 6x (ayat 129-151-231-251-269)
Ali 'imron 3x (ayat 48-81-164)
Annisa 1x (ayat 54)
Almaidah 1x
Annahl 1x (ayat 125)
Al'isro 1x (ayat 39)
Alluqman 1x (ayat 12)
Al-ahzab 1x (ayat 34)
Ashod 1x (ayat 20)
Azzuhruf 1x (ayat 63)
alqomar 1x (ayat 5)
Aljumu'ah 1x (ayat 2)
________________________________________________________

Dasar ilmu hikmah itu ada 7

1. Ilmu Bilangan (kitab abu ma'syar alfalaqi-Jawahirullamma'ah)
2. Ilmu wifiq (Al-awfaq imamunal Ghozali)
3. Ilmu Huruf (kitab Bayadul bayad)
4. Ilmu 4 Unsur ( kitab Syamsul ma'arif-Manba'ushulul hikmah)
5. Ilmu perbintangan (kitab sulamunayyiren)
6. Ilmu baik Buruk nya sebuah waktu (kitab Natijatul miqot-Taqribul maqshod)
7. Ilmu Asma (kitab syamsul Ma'arif-Manba'ushulul hikmah-thibbunnawawi-Dayrobi alkabir DLL)

Waqoola Syeikh Abdurahman Al-akhdory

Ida roaeta rojulan yathiru-
Aw fauqol ma'il bahri Qod Yasiru-
Walam yaqif inda hududissyar'i fadzalika mustadrijun wal bad'i...

Jika engkau melihat orang yg terbang di angkasa atau bisa berjalan diatas lautan
Tetapi tidak melaksanakan hukum syara (org tersebut)
Maka yg seperti itu disebut ahli bid'ah dan ilmu nya istidroj

0009.Memperpanjang Sujud Sampai Tertinggal Salamnya Imam

0009.Memperpanjang Sujud Sampai Tertinggal Salamnya Imam
Pertanyaan:
Nasher El Halaby

bagaimana hukumnya seseorang yg memperpanjang sujudnya sehingga dia tertinggal salamnya imam?

Jawaban:

AghitsNy Robby

 والتقدم على امامه بركنين بفعليين والتخلف بهما بغير عذر
wat taqoddumu ala imamihi biruknaini fi'liyyaini wat takhollufu bihima bigoiri udzrin(safinah)
"yg ke-11 dari yg membatalkan solat adalah mendahulukan imam atau tertinggal dari imam 2 rukun fi'li tanpa udzur".
jdi..BOLEH

Mujawwib Forsil II 

Diantara Yang membathalkan Sholat menurut syafi'iyyah "Sabqul ma'mumi imaamahu biruknaini fi'liyyaini au taakhkhuruhu 'anhu bihima bilaa udzrin"... ma'mum mendahului imam atau mengakhirkan diri dari imam dengan sela dua rukun fi'li tanpa 'udzur............ sedangkan kasus diatas hanya terbelakang dengan sela 1 rukun fi'li (duduk tasyahud) dan dua rukun Qauli (tasyahhud dan salam).... jadi tolong diamati lagi... [Madzaahibul arba'ah fashal mubthilaatissholaat]
 Saya menemukan dalam Busyrol Karim sohifah 130.... Bahwa mendahului atau tertinggal dengan2 rukun qauli itu hukumnya makruh, kalau tertinggal 1 rukun fi'li itu hukumnya haram hanya sholatnya tidak bathal.... dengan ini kasu diatas ma'mum telah melaksanak 2 makruh dan satu haram.... mari muthola'ah babarengan....
Sholatnya Shah hanya berdosa kalau disengaja

AghitsNy Robby

ibaroh busyrol karim hal.289 darulfikri.
"wal haasilu annat taqodduma alaihi biruknaini fi'liyyaini haromun wa mubthilun kat ta-akhuri bihima ligoiri udzrin wa biruknin haromun wala yubthilu...wala tabthulu bit taqoddumi biruknin au ruknaini qouliyyaini lakin yukrohu.
"kesimpulannya:
-mendahulukan/ tertinggal 2 rukun fi'li imam tnp udzur= haram & batal
-jk 1 rukun fi'li= haram & ga batal
-mendahulukan 1 atau 2 rukun qouli= makruh & ga batal
kurang lebih seperti ini..afwn

Ashbah AbiAqiel 

kitabnya bukan kitab listrik... tapi kitab asli
Wal hashilu annattaqodduma 'alaihi biruknaini fi'liyyaini haroomun wamubthilun katta'akhkhuru bihima lighoiri 'udzrin, wabiruknin haroomun walaa yubthilu wakdzaa biba'dhihi........................................................................ walaa tabthulu bittaqoddumi biruknin au ruknaini qauliyaini lakin yukrohu....
syarah busyrol kariim shf 30 cetakan Maktabah Wamatba'aah Thoha putra Semarang

0007.AMALAN MENDAPATKAN JODOH

0007.AMALAN MENDAPATKAN JODOH

Hasanul Zain :

Amalan Khusus Kaum Adam

Agar orang yang Ingin dinikahinya Jatuh Hati padanya :
-١ ) ﻳﺎﺟﺎﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻴﻮﻡ ﻻﺭﻳﺐ ﻓﻴﻪ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻﻳﺨﻠﻒ

ﺍﻟﻤﻴﻌﺎﺩ ﺃﻟﻠﻬﻢ ﺳﺨﺮﻟﻰ ...... ﺑﻨﺖ .... ﻋﻠﻰ ﻣﺤﺒﺘﻰ ﻭﻣﻮﺩﺗﻲ

ﻭﻗﻀﺎﺀ ﺣﺎﺟﺎﺗﻲ ﻧﺼﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻓﺘﺢ ﻗﺮﻳﺐ --- ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺓ

-٢ ) ﺇﻧﺎ ﻓﺘﺤﻨﺎﻟﻚ ﻓﺘﺤﻨﺎﻟﻚ ﻓﺘﺤﻨﺎﻟﻚ ﻓﺘﺤﺎ ﻣﺒﻴﻨﺎ ١١
-٣) ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻣﺤﺒﺔ ﺑﻨﻮﺗﻲ ﺗﻜﻮ ﻭﻻﺱ ﺗﻜﻮ ﺍﺳﻴﻪ ﺟﺒﺎﻍ
بايسني. . . . . .ﻣﺮﻳﻎ ﺍﻏﺴﻮﻥ ---ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺓ

1- " Yaa jami'annasi liyaumin laaroibba fihi innalloha laa yukhliful mi'ad. Allohumma Sahhirlii . . . . Binti .... 'ala mahabbati wa mawaddati wa qodho,i hajati nasyrun minallohi wa fathun qorib 3x.
2- Innaa fatahna laka fatahna laka fatahna
laka fathan mubina 11x
3- Allohumma mahabbatan binuti tekko
wellas tekko asih cabang bayini . . . . Maring
ingsun.
Peringatan :  
Amalan ini hanya boleh di Amalkan untuk Niat dinikahi selain itu saya tidak mengijazahkannya.

-----------------------------------------------------------------------------------
Amalan Khusus Kaum Hawa

Agar segera di Pinang/dilamar oleh Pujaan Hatinya Baca Surah ( Alam Nashroh Laka Syodrok ila akhirihi ) 11x selesai Sholat Fardhu dan Tiupkan pada Air Putih kemudian di Minum sebagian di Usapkan ke wajah Sebagian.

Ijazah dari KH.Marzuqi.

0003.Fadhilah Sholawat Nariyah

0003.Fadhilah Sholawat Nariyah
       Kali ini aku ingin berbagi tentang sebuah doa yang sangat terkenal di kalangan kaum nahdliyin (NU). Namun begitu, tidak ada salahnya bagi anda yang mempunyai faham lain untuk mengamalkannya. Saya yakin anda akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa dalam hidup anda karena ridho Allah swt…Amiien.

Beberapa manfaat dari sholawat nariyah antara lain :

1. Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. Setelah membaca Sholawat ini hendaknya membaca do’a sebagai berikut (boleh dibaca dengan bahasa Indonesia): “ Ya Allah, dengan berkah Sholawat Nariyah ini, saya mohon Engkau kembalikan barang saya”. Doa ini dibaca 11 kali dengan hati yang penuh harap dan sungguh-sungguh.

2. Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah.

3. Untuk menghilangkan segala macam kesusahan, memudahkan pekerjaan, menerangkan hati, meluhurkan pangkat, memperbaiki budi pekerti, menghindarkan malapetaka dan perbuatan buruk, baca sholawat ini sebanyak 40 kali setiap hari.

4. Jika dibaca 21 kali setelah shalat maghrib dan subuh akan terjaga dari musibah dan malapetaka apapun.

5. Jika dibaca 11 kali setiap selesai sholat 5 waktu (Shalat Wajib) akan terjaga dari bala’ ( kerusakan) lahir batin.

Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari
sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya”

berikut adalah bacaan doa sholawat nariyah :

Doa Sholawat Nariah

Allohumma sholli sholatan kamilah.
Wasallim salaman tamman ‘ala syayidina muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqod.
Watanfariju bihil kurob
Watuqdo bihil hawaij
Watunalu bihir Roghoib
Wahusnul howatim
Wayustaskhol gomamu biwajhihil karim
Wa’ala alihi washohbihi fi kulli lamhatiuw Wanafasim bi’adadi kulli ma’lumillak

Artinya:

Ya Alloh, Limpahkanlah Rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad yang dapat melepas beberapa kerepotan atau ikatan, menghilangkan beberapa kesusahan, mendatangkan beberapa hajat, mendapatkan beberapa hajat atau keinginan, mendapatkan beberapa kesenangan, diberikan khusnul khotimah dan curahan rahmat sebab wajah mulia pada tiap saat dan nafas sebanyak yang Engkau ketahui, dengan kerahmatanMU wahai Dzat yang paling belas kasih.

Kalau anda berniat mengamalkan doa tersebut diatas usahakan agar anda membacanya dengan ikhlash dan hanya mengaharapkan ridho Allah semata.

0008.Beberapa Perkara Penolak Bala/ Musibah

0008.Beberapa Perkara Penolak Bala/ Musibah

  • محمد مطلق


    Dalam suatu hadits qudsi dan keterangan nya Imam Ali,Allah berkata

    إني لأهم بأهل الأرض عذاب فإذا نظرت إلى عمار بيوتي والمستغفرين بالأسحار والمتحبين في صرفت عذابي عنهم
    Al-Wasaa'il 16:92

    Sesungguhnya Aku akan menimpakan adzab(musibah) kepada penduduk bumi(suatu kaum) , maka ketika Aku melihat didalam nya ada orang yang meramaikan rumah rumahKu (masjid) dan orang yang selalu beristighfar di kala waktu sahur (1/3 malam) serta orang2 yang mempunyai rasa kecintaan (kepadaKu dan kepada lain nya/rukun) maka akan Aku batalkan adzab (musibah) Ku pada mereka.

    Pantas saja negeri kita slalu mengalami musibah, sebab 3 golongan diatas sudah jarang kita temui sekarang.

    1- Org yg meramaikan masjid skarang jarang, bukan meramaikan masjid akan tetapi berlomba2 bangun dan memperbesar masjid tapi isinya kosong, kgiatan keagamaan jarang dan berganti hiburan jogetan, dana kas menumpuk di masjid hanya digunakan untuk perbesar bangunan masjid bukan untuk menunjang syi'ar masjid. LUCU.. Padahal org yang shadaqah niatnya bukan hanya utk bangunan dengan segala tetek bengek nya, akan tetapi yang utama Li'i'laa Kalimaatillaah dan juga mereka ingin cepat tersalur /terwujud agar apa yg mereka shadaqahkan cepat bermanfaat dan tentunya balasan dari Allah yang segera mengalir ke mereka . .

    2- Orang yang beristighfar diwaktu sahur (qiyaamul lail) sekarang sudah sangat jarang, kalau zaman orang2 tua dulu banyak karna dulu belum ada hiburan dan televisi, jadi tidurnya pun cepat, ba'da isya' langsung tidur (kruntelen) menikmati malam yang panjang setiap hari. Makanya orang2 dulu anaknya banyak2, banyak rezeqi . . :D
    Tidur nya panjang sampe bangun nya berapa kali (mode ON :d ). Sehingga bangun nya pun pas diwaktu 1/3 malam dan di isi dengan qiyamullail, beristighfar, dzikir. Yaah, karna dulu belum ada FB jadi gak bisa ONLEN . . . :D :D. Nulis status aja nulis sama sama dengan istrinya (status berpetualang ke sidrotil muntaha) . . :D :D

    3- Orang yang rukun sekarang ini ya jarang, dimana mana saling pecah dan memecahkan baik itu dengan dalih agama dan kebenaran atau lain nya.
    Sekarang banyak dalam 1 agama saja saling gontok2an, saling membenarkan diri, saling hujat dan mengkafirkan, menyesatkan, membid'ahkan, saling berhak berbicara dll akan tetapi ketika di ajak diskusi baik baik Nol besar dan kosong melompong ilmunya . . :D :D
    Begitu juga dalam ke organisasian, dalam grup kelompok, smua ambil bagian dan merasa paling berhak mengatur tapi gak mau di atur, di kritik gak mau, eh malah timbul keinginan ingin menghancurkan, gak mau introspeksi dan merasa paling benar dan penting.

    Dalam politik kenegaraan ya bgtu, sampe2 ada yg sumpah mau gantung di monas segala . . :D :D skali kali dong saya nyindir , cqiqiqi

    Padahal kerukunan itu adalah syarat didengar dan di ijabahnya do'a oleh Allah. Pantes saja do'anya gak terkabul walau yang do'anya kyai sekalipun sebab kyai nya sendiri gak mau rukun, orang Nabi Musa aja pernah gak di ijabah do'anya dalam meminta hujan berkali kali, ya karna dalam ummatnya saling gak rukun. . .

0006.Al-Asy'ariyyah Wal Maaturidiyyah

0006.Al-Asy'ariyyah Wal Maaturidiyyah
 Al-Asy’ariyah
Al-Hafiz Ibn `Asakir meriwayatkan di dalam kitabnya Tabyin Kadzib al-Muftari dan al- Hakim meriwayatkan dalam kitabnya al-Mustadrak sebab turun QS. al-Ma’idah: 54, lalu Rasulullah saw bersabda: “Mereka kaummu wahai Abu Musa”, dan Rasulullah saw menunjukkan dengan tangan baginda kepada Abu Musa al Asy`ari”.
  Al-Hakim menghukumkan hadis di atas sebagai hadis sahih `ala shahih Muslim. Hadis di atas juga diriwayatkan oleh al-Tabari dalam kitab tafsirnya, Ibn Abi Hatim, Ibn Sa`d dalam kitabnya al-Tabaqat al-Kubra dan al-Tabrani dalam kitab al-Mu`jam al-Kabir. Al-Hafiz al-Haythami berkata di dalam kitabnya Majmu` al-Zawa’id bahawa rijal hadis tersebut adalah rijal al-sahih.
  Al-Imam al-Qurtubi berkata di dalam kitab tafsirnya (al-Tafsir al-Qurtubi) jilid. VI, halaman. 220: “Al-Qushayri berkata:
  “Maka para pengikut Abu al-Hasan al-Asy`ari adalah termasuk kaumnya kerana setiap tempat yang disandarkan di dalamnya oleh suatu kaum kepada seseorang nabi maka maksudnya ialah para pengikut”.
  Berkaitan dengan hadis yang mempunyai maksud yang sama dengan hadis di atas iaitu dengan lafaz yang mafhumnya: “Mereka adalah kaum lelaki ini” sambil Nabi sallallahu`alaihi wasallam mengisyarat tangannya kepada Abu Musa al-Asy`ari.” Rasulullah sallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Maksudnya: “Mereka adalah kaum orang ini.”

[Diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak]

Apabila negara Islam berkembang luas, berlaku perbincangan antara saudara-saudara baru mengenai agama. Antara topik yang terpenting adalah membicarakan masalah akidah. Hasil daripada beberapa perbincangan, lahir berbagai-bagai fahaman yang berpandukan logik. Akibatnya, ada yang terpesong dalam memahami teks al-Quran yang sebenar. Walau apapun berlaku, Allah berjanji memelihara agamanya dengan melahirkan sarjana yang mempertahankan akidah yang tulen. Antara sarjana-sarjana itu adalah Imam Abu Hasan al-Asy’ari.

Abu Hasan al-Asy’ari dilahirkan di Basrah pada tahun 260 Hijrah. Beliau pernah berpegang pada fahaman Muktazilah dan berguru kepada ayah tirinya Abu Ali aljubbai. Selepas berusia 40 tahun, beliau berfikiran matang dan tekun mengkaji secara mendalam. Pada suatu hari, beliau berdebat dengan ayah tirinya dalam mengenai kehidupan selepas mati. Selepas berdebat dengan ayah tiri beliau, Abu Hasan al-Asy” ari bangun berucap di Masjid Basrah lalu mengisytiharkan dirinya keluar daripada fahaman Muktazilah dan berpegang pada Ahli Sunnah wal Jamaah.

Abu Hasan al-Asy’ari membuat pembaharuan dalam aliran Ahli Sunnah dengan mengemukakan hujah-hujah logik akal serta teks-teks al-Quran dan hadis yang ada. Hujah-hujah yang dikumpulkan cukup kuat bagi mematahkan hujah Muktazilah yang pesat berkembang pada masa itu. Beliau berjaya mengumpulkan ramai murid dan pengikut. Kemudian, lahir golongan Ahli Sunnah wal Jamaah dikenali sebagai Asya’irah iaitu golongan pengikut fahaman Abu Hasan al Asy’ari.


Antara teori Abu Hasan al-Asy’ari adalah mengemukakan 13 sifat yang wajib bagi Allah secara terperinci iaitu:

1. Ada

2. Bersedia

3. Kekal

4. Berlawanan dengan sesuatu yang baru

5. Berdiri dengan sendirinya

6. Satu

7. Berkuasa

8. Berkehendak

9. Mengetahui

lO.Hidup

11. Mendengar

12.Melihat

13.Berkata-kata

Beliau juga menghuraikan perkara taklid iaitu mengambil pendapat orang lain tanpa hujah yang menguatkannya ataupun tidak dalam perkara yang berkaitan dengan sifat-sifat itu. Beliau menghuraikan perkara-perkara lain yang berkaitan dengan kepercayaan pada rukun-rukun iman.

Aliran Asya’irah ini berkembang dengan pesatnya di Iraq. Kemudian, ia berkembang di Mesir pada zaman Salahuddin al- Ayubi, di Syiria dengan sokongan Nuruddin Zanki, di Maghribi dengan sokongan Abdullah bin Muhammad, di Turki dengan sokongan Uthmaniah dan di daerah-daerah yang lain. Ideologi ini juga didokong oleh sarjana-sarjana di kalangan mazhab Hanafi, Maliki, Syafie dan Hanbali. Antara mereka adalah al-Asfaraini, al -Qafal, aljarjani dan lain-lain sehingga sekarang.

Pembaharuan yang dibawa oleh Abu Hasan al-Asy’ ari adalah dengan mengemukakan hujah logik dengan disertakan hujah teks al-Quran dan hadis Nabi Muhammad. Hujah-hujah ini membawa kekuatan kepada Ahli Sunnah wal Jamaah bagi menghadapi hujah golongan Muktazilah yang pesat berkembang dan mendapat sokongan daripada pemerintah-pemerintah kerajaan Abbasiah. Akhirnya, golongan Muktazilah bukan sahaja dibendung dengan hujah, tetapi kerajaan yang ditubuh kemudiannya memberi sumbangan politik yang besar bagi mempertahankan dan mengembangkan fahaman Asya’ irah. Di samping itu, lahir tokoh sarjana Islam yang menyambung aliran fahaman ini seperti Abu Abdullah bin Mujahid, Abu Hasan al-Bahili, Abu Bakar bin al-Taib al Bakilani, Abu Bakar bin Furak, Abu Ishak al-Asfiraini, Abu Muhammad aljuwaini, Abu Mazfir al-Asfaraini, Imam al-Haramain aljuwaini, Hujah Islam Imam al-Ghazali, dan Imam Fakruddin al-Razi.

Imam Abu Hasan al-Asy’ari juga meninggalkan beberapa buku yang dikarangnya dan yang masih ada pada zaman sekarang antaranya Al-Ibanah Min Uslul Diniati. Dalam buku ini, beliau menyokong dengan tegas kepada Imam Ahmad bin Hanbal yang dipenjara dan didera oleh kerajaan Abbasiah yang menyokong Muktazilah pada zamannya. Begitu juga dalam buku AJ-Luma ‘ Fir Raddi ‘Ala Ahlil Zaighi wal Bid ‘i beliau mendedahkan hujah logik dan teks. Buku Maqalatul Islamiyiin mendedahkan fahaman-fahaman yang timbul dalam ilmu Kalam dan menjadi rujukan penting dalam pengajian fahaman-fahaman akidah. Buku Istihsan al-Khaudhi Fil Ilmu Kalam pula adalah risalah kecil bagi menolak hujah mereka yang mengharamkan ilmu Kalam.

Walaupun ada di kalangan sarjana Islam terutamanya di kalangan mazhab Hanbali yang menyanggah beberapa hujah dan kaedah yang dibawa oleh Abu Hasan Asy’ ari, ia tidak menafikan jasanya mempertahankan fahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah. Fahaman beliau berjaya mematikan hujah-hujah Muktazilah yang terpesong jauh iaitu membicarakan al-Quran sebagai kata-kata Allah yang kekal, isu melihat Allah pada hari Kiamat, membetulkan perkara yang berhubung dengan Qadak dan Qadar dan lain-lain dan menjadi golongan pertama yang menamakan Ahli Sunnah Wal Jamaah di tengah-tengah kelahiran pelbagai fahaman pada zamannya.

Imam Abu Hasan Asy’ari meninggal dunia pada tahun 324 Hijrah dengan meninggalkan pusaka ilmu yang terdiri daripada buku-buku karangan beliau serta murid-murid yang meneruskan perjuangannya. Akhirnya, ia meninggalkan aliran pengajian akidah yang dianuti oleh sebahagian besar umat Islam hari ini dalam melanda cabaran-cabaran baru yang tidak ada pada zamannya. Seterusnya aliran ini memerlukan pembaharuan lagi dalam mengemukakan hujah-hujah kontemporari bagi mempertahankan akidah yang sebenar.


Kuliah Jumaat Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang

Dari Masjid Rusila, Marang, Terengganu

Al-Maaturidiyyah
Di sebelah timur negara Islam iaitu di daerah Maturid, wilayah Samarkand, lahir sarjana Islam yang bernama Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Abu Mansur Maturidi. Beliau lahir pada tahun 332 Hijrah. Beliau membawa aliran ideologi akidah dalam fahaman Ahli Sunnah wal Jamaah bagi menghadapi beberapa penyelewengan pada zamannya. Beliau adalah sarjana Islam dalam mazhab Hanafi.

Beliau muncul di Asia Tengah pada waktu masyarakat Islam dilanda aliran ideologi yang menyeleweng daripada akidah yang sebenar. Antaranya mazhab Muktazilah, Mujasimah, Muhammad bin Karam Sajassatani iaitu pemimpin fahaman Karamiah, Qaramitah yang dipimpin oleh Hamdan As’ ad, Jaham bin Safuan iaitu pemimpin fahaman Jahamiah, dan ahli tasauf Husin bin Mansur al-Halaj. Imam Abu Mansur Maturidi membawa peranan yang besar bagi menghadapi penyelewengan-penyelewengan yang dilakukan oleh mereka.

Walaupun beliau hidup sezaman dengan mazhab Imam Abu Hasan al-Asy’ ari, namun beliau mempunyai teknik berhujah dan huraian yang berbeza. Para sarjana Islam menyatakan, Imam Abu Mansur Maturidi lebih cenderung kepada pendapat Imam Abu Hanifah dalam perkara akidah. Ini kerana beliau merujuk risalah-risalah dan buku-buku yang ditulis oleh Imam Abu Hanifah seperti Fikh Akbar, Fikh Absat, Kitab Ilm dan sebagainya.

Terdapat beberapa perselisihan antara Abu Mansur Maturidi dengan Abu Hassan al-Asy’ ari. Antaranya dalam isu Makrifatullah (mengenal Allah), Abu Hassan menyatakan wajib mengetahuinya menurut sumber agama tetapi Abu Mansur berkata wajib juga dengan berpandu dengan akal. Dalam isu sifat-sifat Allah, Abu Mansur menambah dengan sifat-sifat maknawiyah iaitu sifat yang menjadi penguat kepada sifat Ma’ani beserta sifat-sifat Madani. Fahaman Maturidiah mewajibkan hukum akal beserta syarak sehingga beliau berselisih dengan sebahagian sarjana Fikah dan Hadis. Terdapat lagi huraian-huraiannya berhubung Qadak dan Qadar dan lain-lain yang berbeza dengan huraian fahaman Asya’irah.

Abu Mansur Maturidi meninggalkan pusaka ilmu yang banyak selain membela fahaman Ahli Sunnah bagi menghadapi pelbagai fahaman yang menyeleweng. Pusaka ilmunya adalah murid-murid yang ramai dan pengikut-pengikut yang meneruskan ajarannya. Antara murid-muridnya adalah Abu Ahmad Iyad, Abu Qasim Hakim Samarkandi, Abu Hussin Wastaqfani, Abdul Karim bin Musa Inbazadari, Abu Asyimah Abi Lais Bakhari dan lain-lain. Antara pengikut-pengikut yang meneruskan alirannya adalah Sadar Islam Abu Yasir Muhammad bin Muhammad bin Abdul Karim Bazadui, Maimun bin Muhammad Nasfi yang dianggap tokoh sarjana terbesar dalam fahaman ini selepas Abu Mansur. Adakala sebahagian menganggap mereka adalah kumpulan kecil seperti Syaharsatani dalam fahaman Asya’irah, Najmuddin Abu Hafiz Samarqandi Nasqi, Nuruddin Ahmad bin Muhammad Syobuni, Bukamal bin Yam iaitu sarjana terbilang dalam fahaman Hanafi dan lain-lain lagi.

Buku-buku yang dikarang oleh Abu Mansur Maturidi adalah buku Jadal dan Ma ‘akhiz Syarai’. Kedua-dua buku ini membincangkan Usul Fikah. Buku-buku dalam ilmu ketuhanan antaranya, Tauhid, Muqalaat, Ra’du Ala Qawashat, Bayan Wahm Muktazilah, Ra ‘du Amamah Libaddu Rawafaz dan banyak lagi. Apa yang mendukacitakan, buku-buku itu hilang begitu sahaja. Buku yang masih tersimpan adalah buku Tauhid dan Maqalaat Selain itu ada buku-buku beliau dalam ilmu yang lain.

Abu Mansur Maturidi juga seperti Abu Hassan Asy’ari yang membawa pembaharuan dalam pengajian akidah. Beliau memasukkan hujah-hujah logik akal semasa menghadapi perkembangan fahaman baru yang timbul pada zamannya. Pada zaman para sahabat dan generasi awal kalangan tabi” in termasuk imam-imam mujtahidin yang pertama lebih bergantung kepada hujah-hujah teks daripada al-Quran dan hadis Nabi Muhammad sahaja.

AL-ASHA^IRAH PEMIMPIN ILMU ISLAM DAN PEMBELA ISLAM

Al-Imam Abul-Hasan al-Ash^ari dan para pendokong atau pengikut beliau yang digelar al-Ash^ariyyun atau al-Asha^riyah mempunyai jasa besar dalam membersihkan umat Islam dari kekotoran aqidah ahli bidaah seperti aqidah al-Mu^tazilah, al-Jahmiyyah, al-Mujassimah dan al-Mushabbihah. Bahkan, kebanyakan para pendokong, pemimpin ilmu Islam dan pembela Islam adalah dari kalangan al-Asha^irah, sedangkan golongan mempertikaikan mereka ini tidak pun mencapai separas buku lali mereka sejak berzaman sehingga kini dari segi ilmu, warak, taqwa dan jasa.

Antara ulama al-Asha^irah ialah daripada kalangan ulama hadis yang sampai ke tahap al-Hafiz yang menjadi pemimpin dalam ilmu hadis seperti al-Imam al-Hafiz al-Hujjah al-Faqih Shaykhul-Muhaddithin Abu Bakr al-Jurjani al-Isma^ili (penyusun al-Mustakhraj ^alal-Bukhari), al-Imam al-Kabir al-Hafiz al-Faqih al-Usuli Abu Bakr al-Bayhaqi, al-Hafiz Ibn ^Asakir (yang disifatkan sebagai tokoh yang utama daripada kalangan al-muhaddithin di Sham pada zamannya), Amirul-Mu’minin fil-Hadith al-Hafiz Ahmad ibn Hajar al-Asqalani, al-Hafiz Abu Nu^aym al-Asbahani, al-Hafiz al-Daraqutni, al-Hafiz al-Khatib al-Baghdadi, al-Hafiz al-Silafi, al-Hafiz al-Nawawi, al-Hafiz Ibn Daqiqil-^Id, al-Hafiz Qadil-Qudah Taqiyyud-Din al-Subki, al-Hafiz al-^Ala’i, al-Hafiz Zaynud-Din al-^Iraqi, al-Hafiz Waliyyud-Din al-^Iraqi, al-Hafiz al-Lughawi al-Sayyid Muhammad Murtada al-Zabidi, Muhaddith al-Diyaril-Maghbiyyah al-Hafiz al-Mujtahid al-Sayyid Ahmad ibn Siddiq al-Ghummari dan ramai lagi.

Selain itu, antara ulama al-Asha^irah lain yang amat berjasa kepada umat Islam ialah Mujaddid Kurun Keempat Hijriah al-Imam Abut-Tayyib Sahl ibn Muhammad, al-Shaykh Abu Muhammad al-Juwayni, al-Shaykh Abul-Ma^ali Imamul-Haramayn, al-Imam Abu Mansur ^Abdul-Qahir a l-Baghdadi, al-Ustadh Abul-Qasim al-Qushayri, al-Shaykh Abu Ishaq al-Shirazi, al-Imam Abu Bakr al-Baqillani, Shaykhul-Mutakallimin al-Imam Abu Bakr ibn Furak, al-^Arif biLlah al-Imam al-Sayyid ^Abdul-Qadir al-Jilani, al-^Arif biLlah al-Imam al-Sayyid Ahmad al-Rifa^i, Shaykhul-Islam wa-Sultanul-^Ulama’ al-^Izz ^Abdul-^Aziz ibn ^Abdis-Salam, al-^Arif biLlah, al-Imam al-Ghazali, Abul-Wafa’ Ibn Aqil al-Hanbali, Qadil-Qudah al-Damighi al-Hanafi, Abul-Walid al-Baji al-Maliki, al-Qadi ^Iyad, al-Imam Fakhrud-Din al-Razi, Abu ^Amr ibn al-Hajib al-Maliki, ^Ala’ud-Dun al-Baji, al-Shaykh Zakariyya al-Ansari, al-Shaykh Baha’ud-Din al-Rawwas al-Sufi, al-Imam al-Habib al-Sayyid ^Abdullah ibn ^Alawi al-Haddad, Mufti al-Shafi^iyyah bi-Makkah al-Sayyid Ahmad Zayni Dahlan, Musnidil-Hind WaliyyuLlah al-Dihlawi, Mufti Misr al-Shaykh Muhammad ^Illish al-Maliki, Shaykhul-Jami^il-Azhar ^Abdullah al-Sharqawi, al-Shaykh Abul-Hasan al-Qawuqji, al-Shaykh Husayn al-Jisr al-Tarabulusi, al-Shaykh ^Abdul-Basit al-Fakhuri Mufti Bayrut, al-Shaykh Muhammad Arshad al-Banjari, al-Shaykh Dawud ibn ^Abdullah al-Fatani, al-Shaykh Zaynul-^Abidin al-Fatani Ra’is ^Ulama’il-Hijaz al-Shaykh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi, al-Shaykh al-Adib Wan Ahmad al-Fatani, al-Shaykh Muhammad Mukhtar ibn ^Utarid al-Buquri, Muhaddith al-Diyarish-Shamiyyah al-Akbar al-Shaykh al-Sharif Badrud-din al-Hasani, al-^Allamah al-Habib al-Sayyid ^Alawi ibn Tahir al-Haddad al-Hadrami Mufti Johor, al-Musnid al-Habib Abul-Ashbal Salim ibn Jindan al-Indunisi, al-^Alimul-^Allamah al-Sayyid ^Alawi ibn ^Abbas al-Maliki, al-Muhaddith al-Shaykh Muhammad ^Arabi al-Tabbani, Musnidud-Dunya Muhammad Yasin al-Fadani, al-Shaykh Tuan Guru al-Haj ^Abdullah Lubuk Tapah al-Kalantani, Muhaddith al-Diyarish-Shamiyyah aw Khalifatish-Shaykh Badrud-Din al-Shaykh ^Abdullah al-Harari dan ramai lagi.

Selain itu, di kalangan al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah ada yang membela Islam dan umat Islam melalui kuasa pemerintahan seperti al-Sultanul-^Adil al-Mujahid Salahud-Din al-Ayyubi, al-Sultan Muzaffarud-Din Kukabri, al-Sultan Qalawun dan al-Sultan Muhammad al-Thani al-Fatih dan lain-lain lagi.

Sebenarnya, saya tidak bermaksud dengan senarai di atas untuk menjumlahkan kesemua al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah! Siapakah yang mampu menghitung semua bintang di langit atau siapakah yang tahu bilangan pasir di gurun melainkan Allah?!. Demikianlah betapa ramainya al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah… al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah adalah Ahlus-Sunnah wal-Jama^ah golongan yang selamat!! Merekalah yang amat berjasa menyebarkan Islam ke seluruh dunia, di seluruh pelusuk benua dan kepulauan, di timur dan barat, di utara dan selatan sehingga majoriti umat Islam terdiri daripada al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah!

Namun hairan, di sana ada suara-suara janggal yang melempar pelbagai tuduhan dan kejian terhadap al-Asha^irah dan metode pengajian aqidah tauhid mereka. Suara-suara liar itu menuduh bahawa al-Asha^irah bukanlah Ahlus-Sunnah, bahkan ada yang mengkafirkan mereka atau menggolongkan mereka ke dalam puak al-Mu^attilah semata-mata menyerahkan makna nusus mutashabihat kepada Allah dan Rasulullah. Ada yang mendakwa bahawa metode pengajian tauhid secara ilmu kalam yang didokong oleh al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah (sifat 20 atau sifat 13) itu memundurkan umat Islam, tidak menggerunkan musuh Islam, dan menyusahkan, berbelit-belit, mengelirukan atau memeningkan kepala. Suara-suara pelik ini sebenarnya dimomokkan oleh golongan al-Wahhabiyyah yang menggelarkan diri mereka sebagai Salafiyyah. Sedangkan, tokoh rujukan utama mereka sendiri Ibn Taymiyah al-Harrani telah mengiktiraf jasa al-Asha^irah dalam ilmu usulud-din dengan mensifatkan mereka sebagai para pembantu usulud-din (sila lihat Fatawa Ibn Taymiyah, juz. 4).

Bagaima mungkin majoriti umat Islam ini boleh dihukumkan sebagai kafir al-Mu^attilah (golongan yang menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan kewujudan Allah) atau golongan sesat? Sedangkan Rasulullah sallaLlahu ^alayhi wa-sallam telah menyatakan bahawa kebanyakan umat baginda tidak tidak sesat dan inilah antara keistimewaan umat ini sebagaimana sabda baginda:

إن الله لا يجمع أمتي على ضلالة

“Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umatku di atas suatu kesesatan” [Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dalam Sunan al-Tirmidhi, Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, al-Hakim dalam al-Mustadrak, Ahmad dalam Musnad Ahmad].

Menurut riwayat Ibn Majah ada suatu tambahan:

فإذا رأيتم اختلافًا فعليكم بالسواد الأعظم

“Maka jika kamu melihat suatu perselisihan, maka kamu hendaklah bersama kumpulan yang paling besar”.

Hadis di atas disokong atau dikuatkan oleh hadis mawquf ke atas Abu Mas^ud al-Badri, iaitu:

وعليكم بالجماعة فإن الله لا يجمع هذه الأمة على ضلالة

“Dan kamu hendaklah bersama kumpulan kerana sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umat ini di atas suatu kesesatan” [Diriwayatkan oleh Ibn Abi ^Asim dalam al-Sunnah. Al-Hafiz Ibn Hajar di dalam kitabnya Muwafaqatul-Khabar al-Khabar berkata: “Isnadnya hasan”].

Hadis di atas juga disokong oleh hadis mawquf ke atas ^Abdullah ibn Mas^ud dan hadis init habit daripada beliau:

ما رءاه المسلمون حسنًا فهو عند الله حسن وما رءاه المسلمون قبيحًا فهو عند الله قبيح

“Suatu yang dipandang oleh orang-orang Islam sebagai baik maka perkara itu baik di sisi Allah, dan suatu yang dipandang oleh orang-orang Islam sebagai buruk maka perkara itu buruk di sisi Allah” [Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad Ahmad dan lihat Kashful-Astar ^an Zawa’idil-Bazzar oleh al-Hafiz al-Haythami. Al-Hafiz Ibn Hajar di dalam kitabnya Muwafaqatul-Khabar al-Khabar berkata: “(Hadis) ini mawquf hasan”].

Sesungguhnya pernyataan bahawa kebanyakan atau majoriti umat ini terpelihara dari kesesatan tidak menafikan hadis sahih ini, iaitu sabda Nabi sallaLlahu ^alayhi wa-sallam:

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق حتى تقوم الساعة

“Satu golongan daripada umatku sentiasa zahir di atas kebenaran sehingga Kiamat berlaku” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak].

Sabdaan Nabi sallaLlahu ^alayhi wa-sallam ini bermaksud bahawa di kalangan umat baginda ada segolongan yang berpegang teguh dengan agama Islam secara sempurna, dan ini tanpa ragu bahawa golongan yang berpegang teguh dengan agama secara sempurna adalah kaum minoriti. Meskipun begitu, hadis tersebut tidaklah bermaksud bahawa kebanyakan orang Islam dalam keadaan sesat dari sudut aqidah sehingga keluar dari agama Islam sebagaimana yang didakwa secara terang-terangan oleh puak al-Wahhabiyyah dan golongan yang seumpama mereka.

Selain itu, sabdaan Nabi sallaLahu ^alayhi wa-sallam itu juga mengisyaratkan kepada kita bahawa ilmu serta perjuangan Islam akan sentiasa berkesinambungan dari satu generasi ke satu generasi sedari zaman penurunan wahyu ketika hayat Nabi Muhammad sallaLlahu alayhi wa-sallam hingga hari terakhir yang dikehendaki Allah untuk umat Islam. Fitnah al-Wahhabiyyah ke atas Ahlus-Sunnah wal-Jama^ah al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah boleh dianggap sebagai satu usaha dakyah mereka untuk memutuskan kesinambungan kebenaran Islam sebagaimana yang dimaksudkan oleh hadis tersebut. WaLlahu a^lam…

0005.MENGAGUNGKAN ILMU DAN AHLI ILMU

0005.MENGAGUNGKAN ILMU DAN AHLI ILMU

Oleh Aboe Khidir 

اعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره.
Penting diketahui, Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya.
قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر باستخفافها، وبترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ
  Ada dikatakan : “Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. “Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.

Mengagungkan Guru قال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق.
  Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu menghormati pada sang guru. Ali ra berkata: “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku
satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya.”

وقد أنشدت فى ذلك: رأيت أحق الحق حق المعلم وأوجـبه حفظا على كل مسلم لقد حق أن يهدى إليه كرامة لتعليم حرف واحد ألف درهم فإن من علمك حرفا واحدا مما تحتاج إليه فى الدين فهو أبوك فى الدين.
  Dalam masalah ini saya kemukakan Syi’irnya: Keyakinanku tentang haq guru, hak paling hak adalah itu
Paling wajib di pelihara, oleh muslim seluruhnya
demi memulyakan, hadiah berhak di haturkan
seharga dirham seribu, tuk mengajar huruf yang Satu
Memang benar, orang yang mengajarmu satu huruf ilmu yang diperlukan dalam urusan agamamu, adalah bapak dalam kehidupan agamamu.


وكان أستاذنا الشيخ الإمام سديد الدين الشيرازى يقول: قال مشايخنا: من أراد أن يكون ابنه عالما ينبغى أن يراعى الغرباء من الفقهاء، ويكرمهم ويطعمهم ويطيعهم شيئا، وإن لم يكن ابنه عالما يكون حفيده عالما.

Guru kita Syaikhul Imam Sadiduddin Asy-Sya
iraziy berkata : Guru-guru kami berucap : “bagi orang yang ingin putranya alim, hendaklah suka memelihara, memulyakan, mengagungkan, dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan ilmiyahnya. Kalau toh ternyata bukan putranya yang alim, maka cucunyalah nanti.”
  ومن توقير المعلم أن لايمشى أمامه، ولا يجلس مكانه، ولا يبتدئ بالكلام عنده إلا بإذنه، ولا يكثر الكلام عنده، ولا يسأل شيئا عند ملالته ويراعى الوقت، ولا يدق الباب بل يصبر حتى يخرج الأستاذ.
  Termasuk arti menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti diluar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah

فالحاصل: أنه يطلب رضاه، ويجتنب سخطه، ويمتثل أمره فى غير معصية لله تعالى، فإنه لا طاعة للمخلوق فى معصية الخالق كما قال النبى صلى الله عليه وسلم: إن شر الناس من يذهب دينه لدنيا بمعصية الخالق. ومن توقيره: توقير أولاده ومن يتعلق به.

Pada pokoknya, adalah melakukan hal-hal yang membuatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjungjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama, sebab orang tidak boleh taat kepada makhluk dalam melakukan perbuatan durhak kepada Allah Maha Pencipta. Termasuk arti menghormati guru pula, yaitu menghormati putera dan semua oarang yang bersangkut paut dengannya.

وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين صاحب الهداية رحمة الله عليه حكى: أن واحدا من أكابر الأئمة بخارى كان يجلس مجلس الدرس، وكان يقوم فى خلال الدرس أحيانا فسألوا عنه, فقال: إن ابن أستاذى يلعب مع الصبيان فى السكة، ويجيئ أحيانا إلى باب المسجد، فإذا رأيته أقوم له تعظيما لأستاذى.

Di sini Guru kita Syaikhul Islam Burhanuiddin Shahibul Hidayah pernah bercerita bahwa ada seorang imam besar di Bochara, pada suatu ketika sedang asyiknya di tenmgah majlis belajar ia sering berdiri lalu duduk kembali. Setelah ditanyai kenapa demikian, lalu jawabnya : ada seorang putra guruku yang sedang main-main dihalaman rumah dengan teman-temannya, bila saya melihatnya sayapun berdiri demi menghormati guruku

والقاضى الإمام فخر الدين الأرسابندى كان رئيس الأئمة فى مرو وكان السلطان يحترمه غاية الاحترام وكان يقول: إنما وجدت بهذا المنصب بخدمة الأستاذ فإنى كنت أخدم الأستاذ القاضى الإمام أبا زيد الدبوسى وكنت أخدمه وأطبخ طعامه [ثلاثين سنة] ولا آكل منه
شيئا.
  Qodli Imam Fakhruddin Al-Arsyabandiy yang menjabat kepala para imam di marwa lagi pula sangat di hormati sultan itu berkata : “Saya bisa menduduki derajat ini, hanyalah berkah saya menghormati guruku. Saya menjadi tukang masak makanan beliau, yaitu beliau Abi Yazid Ad-Dabbusiy, sedang kami tidak turut memakannya.”
  وكان الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى رحمة الله عليه قد خرج من بخارى وسكن فى بعض القرى أياما لحادثة وقعت له وقد زاره تلاميذه غير الشيخ الإمام شمس الأئمة القاضى بكر بن محمد الزرنجرى رحمه الله تعالى، فقال له حين لقيه: لماذا لم تزرنى؟ قال: كنت مشغولا بخدمة الولادة. قال: ترزق العمر، لاترزق رونق الدرس، وكان كذلك، فإنه كان يسكن فى أكثر أوقاته فى القرى ولم ينتظم له الدرس
  Syaikhul Imamil Ajall Syaikhul Aimmah Al-Khulwaniy, karena suatu peristiwa yang menimpa dirinya, maka berpindah untuk beberapa lama, dari Bochara kesuatu pedesaan. Semua muridnya berziarah kesana kecuali satu orang saja, yaitu syaikhul imam Al-qadli Abu Bakar Az-Zarnujiy. Setelah suatu saat bisa bertemu, beliau bertanya: “kenapa engkau tidak menjengukku? Jawabnya : “Maaf tuan, saya sibuk merawat ibuku” beliau berkata: “Engkau dianugrahi panjang usia, tetapi tidak mndapat anugrah buah manis belajar.” Lalu kenyataanya seperti itu, hingga sebagian banyak waktu Az-Zarnujiy digunakan tinggal di pedesaan yang membuatnya kesulitan belajar

فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولا ينتفع بالعلم إلا قليلا. [إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـما! لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما]
[فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه! واقنع بجهلك إن جفوت معلما]

Barang siapa melukai hati sang gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit kemamfaatannya.
Sungguh, dokter dan guru Tak akan memberi nasehat, bila tak di hormat
terimalah penyakitmu, bila kau acuh doktermu
dan terimalah bodohmu, bila kau tentang sang guru
حكى أن الخليفة هارون راشيد بعث ابنه إلى الأصمعى ليعلمه العلم والأدب فرآه يوما يتوضأ ويغسل رجله، وابن الخليفة يصب الماء على رجله، فعاتب الأصمعى [فى ذلك] بقوله: إنما بعثت إليك لتعلمه وتؤدبه فلماذا لم تأمره بأن يصب الماء بإحدى يديه، ويغسل بالأخرى رجلك؟

Suatu hikayat : Khalifah Harun Ar-Rasyid mengirim putranya kepada Al-Ashma’iy agar diajar ilmu dan adab. Pada suatu hari, Khalifah melihat Al-Ashma’iy berwudlu dan membasuh sendiri kakinya, sedang putra khalifah cukup menuang air pada kaki tersebut. Maka, Khalifahpun menegur dan ujarnya : “Putraku saya kirim kemari agar engkau ajar dan didik; tapi mengapa tidak kau perintahkan agar satu tangannya menuang air dan tangan satunya lagi membasuh kakimu
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ويصير على المحن والبليات. قيل: خزائن المنن، على قناطير المحن. ولقد أنشدت، وقيل إنه لعلى بن أبى طالب كرم الله وجهه شعرا:
ألا لـن تنــال الــعـلم إلا بســتة سأنبيك عن مجموعها ببيان ذكاء وحرص واصطباروبلغة وإرشاد أستاذ وطـول زمان

Juga berhati sabar dalam menghadapi cobaan dan bencana. Ada dikatakan : “Gudang simpanan cita, terletak pada banyaknya bencana.”
Di syairkan untuk saya ada yang berpendapat bahwa syair ini dari gubahan Ali bin Abu Tholib sebagai berikut:
Tak bisa kau raih ilmu, tanpa memakai 6 senjata
Kututurkan ini padamu, kan jelaslah semuanya.
Cerdas, sabar dan loba, jangan lupa mengisi saku
Sang guru mau membina, kau sanggup sepanjang waktu

(Talimul Muta'alim

0004.JAWABAN TEGAS PARA PENENTANG POLIGAMI

0004.JAWABAN TEGAS PARA PENENTANG POLIGAMI
Bismillaahirrahmaanirrahiim


Penentang Pertama :

Ada beberapa orang yang menentang adanya poligami dengan berdalih pada surat an-Nisa’ ayat 129 berikut ini :
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا. النساء : ١٢٩
“Dan kalian sekali-kali tidak akan mampu berlaku adil di antara para wanita (istri-istri kalian), walaupun kalian sangat menginginkannya, karena itu janganlah kalian condong pada tiap-tiap kecenderungan (istri yang kalian cintai saja) sehingga kalian biarkan yang lain seperti terkatung-katung, dan jika kalian mengadakan perbaikan dan memelihara diri dari kecurangan, maka sesungguhnya Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. [4] An-Nisa’ : 129).
Jawaban :
Ketahuilah bahwa yang dimaksud kata-kata “ADIL” di dalam ayat tersebut menurut pendapat mayoritas ulama ahli tafsir adalah adil di dalam urusan nafkah dan giliran, bukan adil di dalam urusan hati dan cinta. Karena keadilan urusan hati dan cinta itu hanya milik Alloh SWT saja, dan tidak ada satu orang-pun yang mampu melakukannya sebagaimana hal tersebut juga terjadi kepada diri Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam .
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ فَيَعْدِلُ، وَيَقُولُ : اللَّهُمَّ هَذَا قِسْمِي فِيمَا أَمْلِكُ، فَلاَ تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلاَ أَمْلِكُ {رواه أبو داود (٢١٣٤)، والترمذي (١١٤٠)، وابن ماجه (١٩٧١)، وأحمد (٢٥١٦٥)}. وَقَالُوا : يَعْنِي الْقَلْبَ، وفي رواية : الْحُبّ
Dari Aisyah r.a, berkata : Adalah Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam , membagi kepada para istrinya, lalu beliau berusaha berbuat adil, dan beliau berdo’a : “Ya Allah, ini adalah bagianku di dalam apa yang telah aku miliki, maka janganlah Engkau mencela kepadaku di dalam apa yang Engkau miliki dan tidak aku miliki”. (H.R. Abu Dawud, No Hadits : 2134, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 1140, dan Ibnu Majah, No Hadits : 1971, dan Ahmad, No Hadits : 25165). Dan mereka berkata : Yang dimaksud adalah HATI, dan di dalam satu riwayat adalah CINTA.
Dan di dalam hadits shohih al-Bukhari dan Muslim juga telah di jelaskan bahwa ‘Aisyah adalah istri yang paling dicintai oleh Rasululloh SAW, sedangkan para istri yang lain juga telah mengetahui hal itu. (Ihya’ Ulumiddin 2/60).
Hal ini sebagai bukti bahwa mencintai salah satu istri melebihi cintanya kepada istri-istri yang lainnya adalah boleh, asalkan tetap adil di dalam masalah pembagian nafkah dan giliran.
Dan bahkan di dalam hadits shohih al-Bukhari No : 5212 dan Muslim No : 1463 juga telah dijelaskan bahwa salah satu istri Rasululloh SAW yang bernama Saudah binti Zam’ah telah merelakan giliran hari-harinya untuk ‘Aisyah. Hal ini beliau lakukan agar Rasululloh SAW tidak jadi menceraikan dirinya.
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : خَشيت سَوْدَة أن يطلقها رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقالت : يا رسول الله، لا تطلقني واجعل يومي لعائشة، ففعل. تفسير ابن كثير
Dari Ibnu Abbas ra berkata : Saudah takut kalau Rasululloh SAW menceraikan dirinya, lalu dia berkata : Wahai Rasululloh, janganlah engkau menceraikan diriku, dan jadikanlah hari-hariku untuk ‘Aisyah, lalau Rasululloh SAW melakukannya”. (Periksa Tafsir Ibnu Katsir).
Dan perlu di ingat bahwa istri Rasululloh SAW saat itu berjumlah sembilan orang, dan karena beliau memberikan gilirannya Saudah binti Zam’ah kepada ‘Aisyah, maka beliau menggilir para istri dalam waktu delapan hari dengan pembagian masing-masingnya selama satu hari.
Coba bayangkan wahai para wanita muslimah zaman ini, bagaimana perasaan kalian kalau seandainya selama delapan hari baru mendapat giliran satu hari saja??? Apakah kalian akan meniru gaya hidup para istri Rasululloh SAW ataukah gaya hidup orang-orang barat???.

Penentang Kedua :

Ada orang yang menentang poligami dengan alasan bahwa orang yang berpoligami itu hanya menjadi budak hawa nafsu belaka dan bukan karena adanya dasar syari’at atau ingin mejalankan sunnah Rasululloh SAW.
Jawaban :
Ketahuilah, bahwa orang yang menentang adanya poligami dengan alasan seperti itu adalah mereka yang sok suci dan sok mampu menundukkan hawa nafsunya. Kalau memang seseorang mampu menundukkan nafsu syahwatnya dengan memperbanyak ibadah yang lain, maka hal itu lebih baik, namun bagi orang yang tidak mampu maka poligami adalah solusinya karena syari’at Islam itu telah mengatur bagaimana seseorang dapat menyalurkan nafsu syahwatnya ke tempat-tempat yang halal dan berpahala, oleh sebab itu Alloh SWT telah memberikan solusi terbaik dengan dihalalkannya poligami.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : وفي بضع أحدكم صدقة، قالوا : يا رسول الله، أيأتي أحدنا شهوته ويكون له فيها أجر؟ قال : أرأيتم لو وضعها في حرام أكان له وزر؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجر. رواه مسلم (٧٢٠، ١٠٠٦) عن أبي ذر رضي اله عنه
Rasullulloh SAW bersabda : “Dan di dalam persetubuhan salah seorang di antara kalian adalah sedekah”, mereka bertanya : Wahai Rasululloh, apakah salah seorang di antara kami mendatangi syahwatnya dan ada baginya di dalamnya pahala?, beliau menjawab : “Apakah pendapat kalian kalau seseorang meletakkannya di dalam yang haram apakah ada baginya dosa? Maka demikian halnya apabila dia meletakkannya di dalam yang halal, maka ada baginya pahala”. (H.R. Muslim No : 720, 1006) dari Abu Dzar ra.
Di dalam syarah kitab al-Arba’in an-Nawawi dijelaskan :
إعلم، أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء والصالحون، قالوا : لما فيها من المصالح الدينية والدنيوية، ومن غض البصر وكسر الشهوة عن الزنا وحصول النسل الذي تتم به عمارة الدنيا وتكثر به الأمة إلى يوم القيامة، قالوا : وسائر الشهوات يقسي تعاطيها القلب إلا هذه، فإنها ترق القلب
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya syahwat jima’ adalah syahwat yang dicintai oleh para nabi dan orang-orang sholeh, mereka berkata : Karena sesuatu yang ada di dalamnya dari kemaslahatan agama dan dunia, dan dari menahan pandangan dan memecahkan syahwat dari perzinahan serta sampainya keturunan yang meyempurnakan ramainya dunia dan banyaknya umat manusia hingga hari kiamat, mereka berkata : Segenap syahwat pelampiasannya akan mengeraskan hati kecuali yang ini, karena sesungguhnya syahwat yang ini akan melembutkan hati. (Syarah al-Arba’in an-Nawawiyah, 83).
Dan perlu menjadi catatan bahwa istrinya Nabi Dawud AS berjumlah sembilan puluh sembilan orang, sedangkan istrinya Nabi Sulaiman berjumlah seribu orang.

Penentang Ketiga : 

Ada orang yang menentang adanya poligami dengan hadits yang menceritakan tentang kisah Sayyidina Ali bin Abu Thalib yang bermaksud berpoligami, lalu dilarang oleh Rasululloh SAW.
Jawaban :
Ketahuilah, bahwa Rasululloh SAW tidak melarang secara mutlak adanya poligami kepada Ali bin Abu Thalib, namun karena ada satu sebab, yaitu yang hendak dikhitbah oleh Ali adalah putrinya Abu Jahal, sedangkan Abu Jahal adalah musuh Islam, sehingga tidak mungkin putri Rasululloh SAW akan dimadukan dengan putrinya Abu Jahal. Dan berikut ini adalah salah satu redaksi hadits tersebut :
عَنِ الْمِسْوَرِ بْنِ مَخْرَمَةَ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ خَطَبَ بِنْتَ أَبِي جَهْلٍ وَعِنْدَهُ فَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا سَمِعَتْ بِذَلِكَ فَاطِمَةُ أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ لَهُ : إِنَّ قَوْمَكَ يَتَحَدَّثُونَ أَنَّكَ لاَ تَغْضَبُ لِبَنَاتِكَ وَهَذَا عَلِيٌّ نَاكِحًا ابْنَةَ أَبِي جَهْلٍ، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْتُهُ حِينَ تَشَهَّدَ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ : فَإِنِّي أَنْكَحْتُ أَبَا الْعَاصِ بْنَ الرَّبِيعِ فَحَدَّثَنِي فَصَدَقَنِي وَإِنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ مُضْغَةٌ مِنِّي وَإِنَّمَا أَكْرَهُ أَنْ يَفْتِنُوهَا، وَإِنَّهَا وَاللَّهِ لاَ تَجْتَمِعُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ وَبِنْتُ عَدُوِّ اللَّهِ عِنْدَ رَجُلٍ وَاحِدٍ أَبَدًا، فَتَرَكَ عَلِيٌّ الْخِطْبَةَ. رواه مسلم (٤٤٨٥). حديث صحيح
Dari Al-Miswar bin Makhromah, sesungguhnya Ali bin Abu Thalib mengkhitbahi putrinya Abu Jahal sedangkan di sisinya ada Fathimah putrinya Rasululloh SAW, lalu tatkala Fathimah mendengar hal itu, maka ia mendatangi Rasululloh SAW lalu berkata kepada beliau : Sesungguhnya kaum-mu menceritakan bahwa sesungguhnya engkau tidak akan marah kepada putrimu, dan ini Ali menikahi putrinya Abu jahal, lalu Rasululloh SAW berdiri, lalu beliau membaca syahat, kemudian bersabda “Amma Ba’du” : “Sesungguhnya aku telah menikahkan Abu al-Ash bin ar-Rabi’, lalu dia bercerita kepadaku dan berbuat benar kepadaku, dan sesungguhnya Fathimah binti Muhammad adalah sekerat daging dariku, dan sesuggguhnya aku hanyalah tidak suka kalau mereka membuat fitnah kepadanya, dan sesungguhnya dia demi Alloh tidak akan berkumpul putrinya Rasululloh dengan putrinya musuhnya Alloh di sisi satu orang lelaki untuk selama-lamanya”. Lalu Ali meninggalkan khitbahnya”. (H.R. Muslim No : 4485).
Dan perlu menjadi catatan, bahwa Sayyidina Ali bin Abu Thalib setelah ditinggal wafat oleh Fathimah beliau juga berpoligami.
Wallohu A’lam.

0002.SHALAWAT NARIYAH ADALAH SHOLAWAT TAWASUL

0002.SHALAWAT NARIYAH ADALAH SHOLAWAT TAWASUL
  • Tanya:
    BundaAlvian Dimaseto

    assalamu'alaikum warahmtullahi wabarakatuh
    sy baru gabung disini jd sy banyak ketinggalan sy mau tanya,,kok sy baca ktny qta diharamkan membaca shalawat nariyah krn syirik sy jd binggung maklum sy orang awam,,trimakasih atas jawabanya Suka · · Ikuti Kiriman · 3 jam yang lalu

    Jawab:
    Rulan Hamdi
    Saya akan membahas berdasarkan gramatika arab, kalimat2 yg hanya dijadikan persoalan oleh golongan wahabi. Karena wahabier menilai bahwa subyek/pelaku dalam kalimat2 sholawat nariyah adalah nabi muhammad sehingga mereka mengatakan musyirik kepada pembaca sholawat nariyah. Benarkah pendapat orang2 yg mngaku salafi n mngikuti manhaj salaf tersebut?????

    Sebelum pembahasan, perlu diketahui bahwa bershalawat kepada Nabi adalah perintah Allah terhadap orang yang beriman untuk memohonkan rahmat kepada Nabi.
    Langsung saja ke TKP:
    الذى
    = yang
    Penjelasan :
    الذى disini Adalah Isim maushul tunggal laki2 yg menjadi na’at/shifat dari محمّد
    تَنحلّ به العُقد
    Dengannya akan terlepas beberapa ikatan (kesusahan2)
    تَنحلّ adalah Fiil mudlori’ dari madli َانحلّ yang mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى
    yang artinya adalah akan terlepas.
    muthowa'ah adlah hasilnya bekas/kesan/akibat tatkala fi'il muta'adi berhubungan dengan maf'ulnya  
    Contoh Muthowa’ah :
    حلّل الله ُ العقدَ فانحلّ = Allah telah melepas beberapa ikatan (kesusahan), maka beberapa ikatan (kesusahan) terlepas.

    Jadi terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan) akibat dari Allah telah melepasnya. Begitu juga pd kalimat تَنحلّ menjadi jelas bahwa yg melepas adalah Allah karena faidah kalimat tsb adalah hasilnya bekas/kesan/akibat

    وتَنفرج به الكُرب=Dan dengannya akan terbuka beberapa kesulitan
    تَنفرج adalah fi’il mudlori’ mabni ma’lum (kalimat aktif) dari madli انفرج mengikuti انفعل yang berfaidah menjadi Muthowaahnya فعّل dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu yang artinya adalah akan terbuka
    Penjelasannya sama dgn تَنحلّ dan tidak perlu di ulang......


    وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ =dan dengannya akan dipenuhi/ditunaikan beberapa kebutuhan
    تُقْضَى adalah fi’il mudlori’ mabni majhul (kalimat pasif) dari madli قضي dan menjadi shilahnya isim maushul الذى dengan menggunakan huruf athof wawu. الْحَوَائِجُ adalah naibul fa’ilnya
    Fi’il Mabni Majhul adalah Fi’il yg tidak menyebutkan fa’ilnya (subyek) karena sudah diketahui atau disamarkan. Dan yang mengganti posisi fa’il dinamakan naibul fa’il
    Naibul Fa’il adalah Isim yg dirofa’kan baik secara lafadh atau mahal, menggantikan dan menempati tempatnya Fa’il yg tidak disebutkan.
    Contoh :
    تَقْضِى اللهُ الْحَوَائِجَ = Allah akan memenuhi beberapa kebutuhan
    Karena yg memenuhi kebutuhan hanyalah Allah (sudah diketahui), maka fa’ilnya tdk disebutkan dan fi’ilnya dijadikan mabni majhul, menjadi تُقْضَى الْحَوَائِجُ
    وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ = dan akan diperoleh beberapa keinginan dan kematian yang baik (husnul khotimah) dan awan menurunkan hujan (kesedihan menjadi kebahagiaan) dengan wajahnya yang mulia

    Semua fi’il2nya berbentuk Majhul (tidak menyebutkan fa’il) karena sdh diketahui fa’ilnya yakni Allah. Penjelasannya sama seperti sebelumnya

    بِهِ=dengannya/sebab beliau Ba' adalah Huruf jer yang mempunyai arti sababiyyah(sebab) dan berta’alluq (terhubung) pada fi’il. Jadi nabi dijadikan sebab (wasilah/perantara) atas terlepasnya beberapa ikatan (kesusahan2) dan terbukanya beberapa kesulitan, dst.
      Kesimpulan :
      Setelah membahas kalimat2 dari sholawat nariyah berdasarkan gramatika arab, maka menjadi jelas bahwa subyek/pelakunya adalah Allah, sedangkan nabi muhammad hanya dijadikan wasilah dalam permohonan rahmat kepada Allah.
    ======

    Andrea Lie
    Tambahan Satu lagi , makna huruf BA , pada kata "BIHI ", adalah بأ بمعنى سبب Ba' yang bermakna Sebab
    jadi تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ
    maksudnya Dengan Sebab Nabi Muhammadlah Hajat kita dikabulkan Oleh Alloh Swt.
    karena Kita bisa beriman karena adanya Rasul , Sah Syahadat kita karena Ada Syahadat Rasul , Ibadah kita diterima karena Bimbingan Rasul , maka Doa kita pun dikabulkan Itu karena Sebab Rasul
    16 Januari pukul 19:05 · Suka

    semoga bisa difahami dan bermanfaat...^_^

0001.HUKUM MELAFADZKAN NIAT/ USHOLLI

0001.HUKUM MELAFADZKAN NIAT/ USHOLLI
  • Tanya: 

    Pembela Sunnah Pembasmi Bid'ah 
    trs lafadz usholli... Berarti bkn trmasuk rukun sholat donk?


    Jawab:

    Mas Purbaya

    hadits shahih riwayat imam Muslim no : 2168 berikut : ان انس رضى الله فال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " لبيك عمرة و حجا " Dari Anas Ra berkata, aku mendengar Rasulullah Saw mengucapkan “ Labbaik umrotan wa hajjan “.

    Hadits ini berkaitan tentang niat haji yang beliau Saw lafadzkan dengan lisan, maka dapat diqiyaskan bahwa jika niat di dalam haji sunnah dilafadzkan dengan lisan, maka demikian pula melafadzkan niat dengan lisan di dalam hati dengan lafazd Usholli hukumnya sunnah demikian juga dalam ibadah yang lainnya seperti wudhu’, puasa dan zakat.

      يسن أن يتلفظ بلسانه باالنية، كأن يقول بلسانه أصلي فرض الظهر مثلا، لأن فى ذالك تنبيها للقلب، فلو نوى بقلبه صلاة الظهر، ولكن سبق لسانه فقال: نويت أن أصلي العصر فأنه لا يضر، لأنك قد عرفت أن المعتبر فى النية انما هو فى القلب، والنطق با للسان ليس بنية.............. وهذا الحكم متفق عليه عند الشافعية والحنابلة. [كتاب الفقه على المذاهب الاربعة لعبد الرحمن الجزيري ص : 114]

    Disunnahkan melafazhkan niat dgn lisan, sebagaimana mengucapkan niat dgn lisan, misal “Aku niat sholat fardhu zhuhur,” karena hal itu unt mengingatkan hati. Jika seseorang niat di dlm hatinya sholat zhuhur tetapi lisannya mendahului dgn ucapan niat : “Aku niat sholat ashar,” itu tdk masalah. Karena kamu mengetahui bahwa sesungguhnya niat itu ada di dlm hati, dan ucapan lisan itu bukan niat............ Ini adalah hukum kesepakatan menurut madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah [Syafi’i dan Hambali] [Kitab Fikih Empat Madzhab oleh Abdurrohman Al-Jazairi juz 1 hal. 114]

    هل يستحب اللفظ بالنية ؟ على قولين : فقال طائفة من أصحاب أبي حنيفة ، والشافعي ، وأحمد : يستحب التلفظ بها لكونه أوكد، وقالت طائفة من أصحاب مالك ، وأحمد ، وغيرهما : لا يستحب التلفظ بها ؛ لأن ذلك بدعة لم ينقل عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا أصحابه ولا أمر النبي صلى الله عليه وسلم أحدا من أمته أن يلفظ بالنية الفتاوى الكبرى ص : 1 / 214 - 215 [

    Apakah disunnahkan melafazhkan niat? Maka dikatakan ada dua pendapat. Pendapat sebagian sahabat Imam Abu Hanifah [Hanafi], Syafi’i dan Ahmad [Hambali] mensunnahkan melafazhkannya unt menguatkan [niat] . Dan sebagian dari sahabat Imam Malik dan Imam Ahmad dan selain dari keduanya, tdk mensunnahkannya karena hal itu bid’ah yg tdk pernah diucapkan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam dan tdk oleh para sahabat. Dan Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam tdk pernah memerintahkan kpd seorang pun dari umatnya unt melafazhkan niat. [Al-Fatawa Al-Kubro juz 1 hal. 214-215]====

    Japara Bin Abu Bakar

    Dan Dalam Kitab SAFINATUNNAJAH dikatakan:'"WANNIYYATU QOSDHUSSYAI I MUQTARINAN BIFI'LIHI WAMAHALLUHAL QOLBU WATTALAFADZU BIHA SUNNATUN"yang namanya niat itu adalah harus di barengkan dengan pekerjaan dan tempatnya niat itu dihati dan melafadzkannya adalah sunnah"==nah knapa harus dilafadzkan? karna dalam kitab yang sama : LIYUSYAIDAL LISANU WAQOLBA.."Melafadzkannya adalah untuk menguatkan hati"

    =========Wallahu 'alam Bisshowwab======

Halaman Facebook

Forsil Aswaja di Twitter

Obrolan